#BULOG#BERITALAMPUNG#RAMADAN

Bulog Jamin Ketersediaan Komoditas Pangan Jelang Idulfitri Aman

Bulog Jamin Ketersediaan Komoditas Pangan Jelang Idulfitri Aman
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rahmad)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perum Bulog Divre Lampung memastikan ketersediaan komoditas yang diproduksinya sangat aman menjelang Idulfitri. Bahkan, untuk beras stok aman hingga tahun depan (2022).

"Stok beras Lampung sekarang 50 ribu ton dan diprediksi aman hingga tahun depan, saat ini juga sedang musim pengadaan dimana akan ada peningkatan, hingga Juni proses di daerah-daerah yang alami penambahan ini kami prediksi penambahan hingga 70 ribu ton," kata Kepala Bulog Lampung, Faisal melalui telepon, Senin, 26 April 2021.

Ia melanjutkan untuk gula pasir stok gula Bulog hingga 40 ton. Menurutnya, stok ini sangat aman mengingat harga yang hingga pertengahan Ramadan masih aman dan stabil di sejumlah pasar hingga berbagai pusat perbelanjaan. Komoditas lain yakni Tepung terigu stok di Bulog capai 25 ton, dan akan terus alami penambahan pengadaan, hingga minyak makan Bulog menjamin ketersediaan.

Hal yang sama untuk stok daging sapi beku, Bulog memastikan stok tersebar di sejumlah titik binaan, dan daging yang distok bersifat aman mencapai 5 ton. 

"Kami berikan kebutuhan daging ini untuk keseimbangan harga. Kami pastikan juga stok ini sangat aman jelang Idulfitri. Sebab pengadaan juga ada dari stakeholder lain," ujarnya.

Mengenai pasar murah, Bulog juga bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Lampung untuk mengisi titik-titik pasar murah yang telah ditunjuk Disperindag. 

"Kami juga mengisi stok-stok di outlet binaan kami. Selain itu, beras kami gelontorkan untuk ritel binaan kami per harinya 40 hingga 50 ton guna memastikan stok sangat aman. Hampir setiap hari kami laksanakan operasi pasar dengan menyediakan puluhan ton setiap harinya. Hal ini yang menjamin stabilitas harga di Lampung," katanya. 

Faisal menambahkan di masa pandemi Bulog juga mengedepankan teknologi untuk memberikan pelayanan murah kepada masyarakat. Misalnya melalui media sosial. Pola digitalisasi ini dilakukan untuk menghindari pasar murah dan menghindari kerumunan. 

"Kami bekerjasama dengan binaan, rumah pangan, toko pangan, distributor. Ini salah satu cara meminimalisasi pandemi dan stabilisasi harga. Kami juga lakukan paket harga murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beragam paket dihadirkan untuk memberikan kemudahan dan mendapatkan harga yang relatif murah dengan kualitas yang bagus," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait