#pertanian#bulog

Bulog Beri Solusi Soal Harga Gabah Petani

Bulog Beri Solusi Soal Harga Gabah Petani
Bulog Beri Solusi Soal Harga Gabah Petani. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perum Bulog Divisi Regional Lampung menilai persoalan harga gabah di kalangan petani dikarenakan cuaca. 

"Kalau musim hujan ini serapan gabah menjadi tidak maksimal, sedangkan kami tidak bisa melakukan penyerapan jika kondisi gabah tak baik," kata Kepala Bulog Lampung, Faisal, Selasa, 16 Maret 2021.

Sebab, penyerapan gabah harus sesuai Peraturan Presiden No.14 tahun 2015. Salah satu ketentuannya adalah kadar air hanya 14 persen. "Gabah di Bulog disimpan dalam waktu lama, sehingga kami tidak bisa mengambil gabah dengan kadar air tinggi, karena ditakutkan jelek saat menjadi beras," ujarnya. 

Untuk itu, Bulog pun mencoba mengecek petani yang mengeluhkan harga gabah. Di lapangan, pihaknya melakukan pembinaan kepada petani di sejumlah daerah agar hasil panen dapat berkualitas. 

"Program modern rice milling plant (MRMP) belum dapat terlaksana dalam waktu dekat ini. Jadi sosialisasi dan pemahaman yang kami berikan," katanya. 

Namun, pihaknya terus berupaya agar program tersebut cepat berjalan dan memberikan solusi terbaik bagi petani. "Kami proyeksikan MRMP dapat berjalan pada Agustus 2021. Kemudian, Bulog akan melihat hasil gabah yang kurang baik, karena MRMP terintergrasi sehingga bisa dilihat prosesnya," kata dia.

Menurutnya, stok gabah Bulog selama 2021 sebanyak 1.000 ton. "Dalam 5 tahun terakhir kami tak menyerap gabah, karena lebih berfokus menyerap beras," tutup dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait