#watwatgawoh#wwg#racun

Buku Beracun

Buku Beracun
Ilustrasi racun. (Foto: Dok/Pixabay)


RACUN sangat identik dengan benda yang bakal memberi kerusakan pada orang yang berinteraksi dengannya. Selain yang dimakan, ada juga racun yang hanya dihirup atau dipegang akan merusak juga.

Na...kik khacun no senangun pakai jelma sai tian mak gekhing (Na...kalau racun itu memang untuk orang yang mereka tidak senang).

Tapi kali ini, racun mematikan berada di tiga buku langka dari abad ke-16 dan 17, yang berada di sebuah perpustakaan di Denmark. Penemuan ini seolah menyuarakan isi novel dan film berjudul The Name of the Rose. Isinya bercerita sekelompok orang di biara Italia pada abad ke-14 tewas usai membuka buku.

Analisis sinar-X dari buku-buku yang disimpan di University of Southern Denmark itu mengungkapkan konsentrasi besar elemen arsenik. Dalam upaya mengidentifikasi teks-teks Latin yang digunakan dalam ketiga buku itu, para peneliti sempat kesulitan membacanya karena ada lapisan cat hijau tebal. Cat itu mengaburkan huruf-huruf yang ada di dalam buku.

Na...ana senangun jelma mak dok guwai, api bang buku tikeni khacun. Wat-wat gawoh (Nah...itu memang orang tidak punya kerjaan, kok buku dikasih racun. Ada-ada saja).

Studi tentang lapisan pigmen hijau itu kemudian berujung pada penemuan arsenik—salah satu zat paling beracun di dunia. Para ilmuwan meyakini racun itu mungkin dipaparkan ke buku-buku tersebut untuk melindunginya dari serangga dan hama.

EDITOR

MTVN


loading...



Komentar


Berita Terkait