#videoviral#radikalisme#hoaks

Bukan Radikalis, Perempuan Bermukena di Depan Gereja Immanuel Bandar Lampung hanya ODGJ

Bukan Radikalis, Perempuan Bermukena di Depan Gereja Immanuel Bandar Lampung hanya ODGJ
Tangkapan layar video yang menayangkan ibu-ibu mengenakan mukena sedang melakukan gerakan mirip salat di halaman parkir Gereja Immanuel, Jalan Dr Susilo, Sumurbatu, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebuah video menayangkan ibu-ibu mengenakan mukena yang sedang melakukan gerakan mirip salat di halaman parkir Gereja Immanuel, Jalan Dr Susilo, Sumurbatu, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, viral di media sosial. Sebagian netizen menuding perempuan tersebut merupakan pengikut aliran sesat dan penganut paham radikal. 

Berdasarkan hasil penyelidikan Polsek Telukbetung Utara, wanita tersebut berinisial FD, warga Sepangjaya, Bandar Lampung yang diduga memiliki gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Kapolsek Telukbetung Utara, Kompol Robi Wicaksono menerangkan, FD mengalami gangguan kejiwaan berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya.

 "Sejak 2010, setelah melahirkan anak pertama," kata Kompol Robi, Kamis, 18 November 2021.

Baca: Beredar Video Bullying Remaja Perempuan di Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung

 

Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihak keluarga pernah mengikhtiarkan pengobatan FD ke rumah sakit jiwa. Namun lantaran keinginan FD dianggap selalu tidak sesuai dengan kenyataan, kejiwaannya kembali terganggu.

Robi menambahkan, kondisi kejiwaan FD juga menjadi alasan cerai dengan suaminya. 

"Mantan suami FD juga sudah kami mintai keterangan, dan mereka sudah bercerai karena alasan itu (gangguan jiwa)," katanya.

Robi menegaskan tindakan yang dilakukan FD tidak berhubungan isu aliran sesat maupun indikasi keterlibatannya dengan gerakan radikal dan terorisme. Saat ini FD sudah dikembalikan ke pihak keluarga. 

"Tidak ditemukan Indikasi pengikut aliran radikal maupun organisasi terlarang. Jadi, murni karena gangguan jiwa," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait