#budidayajamur#peluangbisnis#ekbis#beritalampura

Budidaya Jamur Tiram Bisnis Rumahan Yang Menjanjikan 

Budidaya Jamur Tiram Bisnis Rumahan Yang Menjanjikan 
Petani jamur tiram, warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, dikumbungnya di desa setempat menunjukkan  jamur tiram yang akan di panen. Foto Yudhi Hardiyanto

KOTABUMI (Lampost.co) -- Harga jamur tiram dipasaran cukup stabil berkisar Rp15 - 16 ribu per kilo. Usaha ini bisa menjadi mata pencarian tambahan bagi keluarga, sebab budidayanya tidak terlalu rumit serta tidak membutuhkan areal lahan yang luas. 

Yepta petani jamur tiram, warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, mengatakan budidaya jamur tiram dapat dijadikan usaha alternatif sampingan bagi keluarga asal pelaku usaha sabar dan tekun.

Dari tiga unit kumbung (rumah jamur) miliknya yang berukuran masing-masing sekitar 4 m x 25 m diperuntukkan sebagai rumah produksi jamur sebanyak dua unit kumbung dan satu unit kumbung sisanya sebagai rumah jeda untuk lokasi baglog yang yang baru di isi spora jamur sebelum dipindah ke rumah produksi. Untuk tiap 1.000 baglog akan di peroleh hasil panen rata-rata sekitar 15 kg jamur tiram setiap hari. 

"Dari baglog yang telah di inkubasi spora jamur, terhitung mulai 0 hari sampai masa panen jamur mulai dapat di petik sekitar dua minggu ke depan. Jamur akan terus berproduksi sampai dua bulan bahkan lebih dengan rata produktivitas per hari sekitar 15 kg asal dibudidayakan secara optimal," ujarnya. 

Bila dirata-rata, sekali panen untuk 1.000 baglog sehari dengan produktivitas 15 kg, dihitung dengan nilai jual standar dipasaran Rp15 ribu/kg, maka diperoleh hasil kotor (belum di potong modal serta biaya perawatan jamur sampai panen) berkisar Rp225.000/hari. 

"Budidaya jamur tiram menjadi menguntungkan sebab bahan baku untuk media tanam jamur di Lampung Utara cukup murah dan melimpah. Yakni serbuk gergaji dan sebelum dimasukkan baglog, serbuk gergaji itu mesti disterilkan dengan penguapan agar spora jamur yang lain mati. Sebelum dimasukkan bibit spora jamur tiram," kata dia. 

EDITOR

Yudhi Hardiyanto

loading...

Berita Terkait

Komentar