buaya

Buaya Nongol di Saluran Irigasi, Warga Rawapitu Resah

Buaya Nongol di Saluran Irigasi, Warga Rawapitu Resah
Seekor buaya saat menampakan diri di Irigasi Kampung Bumisari dan Dutayosomulyo, Tulangbawang. Lampost.co/Ferdi


MENGGALA (Lampost.co) -- Warga di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang, dilanda rasa was-was dengan adanya kemunculan seekor buaya. Reptil bertubuh besar itu, kerap menampakan diri di Irigasi Kampung Bumisari dan Dutayosomulyo sejak sebulan terakhir.

Mereka khawatir kemunculan hewan bergigi tajam tersebut dapat menimbulkan korban jiwa, lantaran kerap naik ke daratan dan menyantap hewan ternak warga.

Baca juga: Polsek Semaka Pasang Papan Imbauan Waspada Buaya

"Tiap hari muncul buaya itu di Kampung Dutayosomulyo, dan Kampung Bumisari dan sudah dari satu bulan yang lalu," kata Kepala Kampung Dutayosomulyo, Kecamatan Rawapitu Larto kepada lampost.co, Kamis, 30 Januari 2020.

Larto menjelaskan buaya yang kerap muncul berjenis buaya muara moncong panjang dengan jumlah puluhan ekor dengan panjang 3,5 meter hingga 7 meter. Bahkan, ketika kondisi gelap dan hujan tiba, buaya akan naik ke daratan masuk ke permukiman warga. 

"Banyak itu setiap hari ada air pasang surut sama aja nongol, kalau di primer (Irigasi) nyari 50 ada itu di aliran dengan Sungai Tulangbawang dan Pidada," kata dia.

Sejauh ini dia mengaku kemunculan buaya muara tersebut belum memakan korban. "Iya, kalau dulu-dulu itu ada satu meninggal di Kampung Bumisari karena buaya. Kalau di kampung ku dulu ada empat orang yang sempat digigit. Sejak WC cemplungnya saya habisin (diganti) enggak ada lagi warga yang ke sungai," ujar dia. 

Sementara itu Sekretaris Kampung Bumisari Agus Suroso mengaku resah dengan adanya kemunculan buaya tersebut. Ia khawatir akan memakan korban jiwa. 

"Terus terang dengan adanya kemunculan buaya itu, semua warga resah karena itu mengancam keselamatan warga dan hewan ternak mereka. Buaya itu muncul tidak hanya berjemur di bantaran sungai, biasanya malem itu ada yang masuk ke pekarangan nyari hewan ternak," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait