#Korsel#Korut

BTS Meal di Indonesia Heboh, di Korut Fans K-pop Dihukum Mati

BTS Meal di Indonesia Heboh, di Korut Fans K-pop Dihukum Mati
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (AFP/KCNA)


Jakarta (Lampost.co) -- Paket menu promo BTS Meal yang ditawarkan oleh restoran cepat saji McDonald's begitu diburu oleh pencinta K-pop tanah air. Bahkan puluhan gerai McD di Indonesia harus kena sanksi karena kerumunan akibat tingginya jumlah penggemar K-pop.

Berbeda dengan di Korea Utara, pemerintahan Kim Jong Un justru memiliki kebijakan yang sangat anti dengan K-pop.

Bahkan Kim Jong Un membuat aturan khusus bagi warga Korea Utara apabila mereka nekat mendengarkan, menonton dan mengoleksi atau membeli segala merchandise yang berhubungan dengan K-Pop maka ancamannya hukuman mati.

Dikutip dari New York Times, Kim Jong Un mengatakan demam K-pop tidak ubahnya seperti 'kanker ganas' yang menyerang generasi muda Korea Utara. Imbasnya, anak-anak muda Korut seperti tidak mengenal budaya asli Korut dan kehilangan jati diri.

Seorang pembelot yang melarikan diri dari Korut, Jung Gwang Il mengatakan invasi K-pop dianggap Kim sebagai kejahatan besar di negaranya (Korut).

"Dia harus menegaskan kembali ideologinya kepada kaum muda agar tidak kehilangan fondasi demi masa depan kekuasaan dinastinya," kata Jung Gwang-il.

"Generasi muda Korut dipaksa menelan ideologi Pyongyang, tak peduli bila itu harus dengan pemaksaan," lanjutnya.

Kim Jong Un sendiri telah memperkenalkan serangkaian undang-undang baru untuk memberlakukan hukuman bagi warga yang menonton atau memiliki hiburan Korsel. Aturan terbit Desember 2020. Warga Korut bisa dihukum 5 hingga 15 tahun bekerja paksa jika kedapatan mengkonsumsi Kpop dan hiburan Korea Selatan lainnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait