bantuanmetro

BST Tahap II dan III Disalurkan Secara Bersamaan

( kata)
BST Tahap II dan III Disalurkan Secara Bersamaan
dok Lampost.co


METRO (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) APBD tahap II dan III kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kasi Linjassos, Angga novian andika mendampingi Kasi data dan informasi, Disa Arnollina Maharani mengatakan, BST yang berasal dari anggaran APBD sudah kembali disalurkan kepada KPM sejak senin 14 september 2020, melalui Bank BRI cabang dan Unit di kota metro.

"Iya, untuk penyaluran BST Tahap II dan Tahap III sudah keluar, KPM bisa mengambilnya di BRI cabang dan unit sudirman, bantul, dipenogoro, yang sudah bekerjasama dengan kita," kata dia, Selasa, 22 September 2020.

Dia menambahkan untuk jumlah KPM yang menerima BST ada 3.450 KK, yang berasal dari 5 kecamatan yang ada dikota metro, dan sudah masuk dalam data KPM sebelumnya dan penyaluran nya dilakukan sekaligus.

"Jumlah KPM ada 3.450 kk. Dimana setiap tahap KPM menerima bantuan sebesar RP 400 ribu, jadi langsung kita berikan 2 tahap sekaligus jadi total RP 800 ribu diterima KPM,"jelasnya

Dikesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Metro, Djohan mengatakan, pihaknya bersyukur atas tersalurkan nya BST Tahap II dan III. 

"Alhamdulillah semua bantuan dari pemerintah sudah keluar, kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sesuai dengan tahapan yang memang pada masa pandemi ini banyak yang membutuhkan," kata dia.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat datang sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Itu untuk meminimalisir perkumpulan massa dan menaati peraturan protokol kesehatan.

"Saya minta kepada masyarakat ayolah ketika mengambil mereka harus sesuai jadwal mereka, jangan sampai datang di jam yang sama yang mengakibatkan banyak orang berkumpul," ujar dia.

Dia menambahkan, bagi KPM yang akan menerima BST dimohon untuk tidak melakukan perjalanan jauh, dan jangan sampai membuat pihak penyalur menunda penyaluran dana itu.

"Bagi KPM juga harus jelas. Jangan mudah membuat surat kuasa pada saat pengambilan nya. Mereka pihak bank atau post sudah itu sesuai dengan aturan mereka mereka tidak mau membuat kesalahan," tambahnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar