#kericuhan#brimob

Brimob Amankan Kericuhan di Rutan Sukadana, 20 Tahanan Dipindahkan

Brimob Amankan Kericuhan di Rutan Sukadana, 20 Tahanan Dipindahkan
Sejumlah personel Kompi 2B Pelopor Satbrimobda Polda Lampung saat mengamankan ricuh di Rutan Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, pada Rabu sore, 2 September 2020.Dok. Satbrimobda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kompi 2B Pelopor Satbrimobda Polda Lampung diterjunkan untuk mengamankan kericuhan di Rutan kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, pada Rabu sore, 2 September 2020. Kericuhan terjadi antarnarapidana Blok A dan Blok B.

Kemudian anggota staf piket rutan memberi informasi kepada pa Ops Kompi 2B Pelopor. "Kami menerjunkan personel untuk mengurai dan meredam konflik," ujar Kasat Brimob Polda Lampung Kombes Donyar Kusumadji dalam rilis yang diterima Lampost.co, 3 September 2020.

Kronologi kejadian berawal pada pukul 15.30 WIB setelah salat asar berjamaah. Pada saat petugas Lapas akan memasukkan kembali para warga binaan ke kamar masing-masing, terjadi perselisihan antarwarga binaan karena Ahmad Bin Paksi Mian dan Revi (warga binaan Blok A atas Nomor 7) yang tidak menerima kemudian ditegur dan dinasehati Abdul Tholib, warga binaan Blok Atas Nomor 5, agar mematuhi perintah petugas Lapas.

Kemudian terjadi keributan antarwarga binaan Blok A dengan Blok B. Untuk meredam keributan, pada pukul 19.00 WIB, Kepala Rutan Jumadi melaksanakan rapat internal terkait keributan tersebut. Hasil 20 warga binaan (Blok A dan Blok B ) akan dipindahkan ke Rutan Kelas II B Menggala, Tulangbawang, dengan pengawalan satu regu Brimob dipimpin Bripka Welly Candra, satu regu Sat Sabhara serta anggota Sat Intelkam.

"Situasi di lingukangan Rutan Kelas II B Sukadana dapat dikendalikan serta telah kembali seperti semula (aman dan kondusif )," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Sukadana, Jumadi, belum memberikan jawaban terkait kronologi kejadian, proses pemindahan napi, dan sanksi yang diberikan, ponselnya dalam keadaan tak aktif saat dihubungi.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait