#kpk#korupsi

Brigjen Endar Laporkan Sekjen dan Kepala Biro SDM KPK ke Polda Metro

Brigjen Endar Laporkan Sekjen dan Kepala Biro SDM KPK ke Polda Metro
Brigjen Endar Priantoro. (Medcom.id/Candra Yuri Nuralam)


Jakarta (Lampost.co) -- Brigjen Endar Priantoro melaporkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya H Harefa dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK Zuraida Retno ke Polda Metro Jaya. 

Kuasa hukum Endar Rakhmat Mulyana mengatakan Cahya dan Zuraida dilaporkan atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dalam pencopotan Endar dari jabatan Direktur Penyelidikan KPK. Laporan tersebut diterima dan teregistrasi dengan Nomor: LP/B/1959/IV/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.

"Kami menilai Sekjen dan Karo SDM ini menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat negeri sipil yang berwenang, tidak mendasarkan pada peraturan," kata Rakhmat, di Jakarta, dikutip dari Medcom, Kamis, 13 April 2023.

BACA JUGA: KPK Tegaskan ASN Terima Parsel Lebaran Bisa Dipidana 4 Tahun Penjara

Dia melanjutkan pelaporan itu juga menyertakan beberapa barang bukti. Antara lain surat keputusan masa perpanjangan tugas Endar dari Kapolri dan surat pemberhentian dari KPK. "Kami akan kirim lagi sesuai perkembangan dari kepolisian," kata dia.

Namun, pihaknya tidak turut melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri. Sebab, surat pencopotan Endar ditandatangani Sekjen KPK dan diserahkan Kepala Biro SDM KPK. Hanya saja, pihaknya tidak menutup kemungkinan Firli juga akan terseret terbukti turut memerintah pencopotan kliennya.

BACA JUGA: Ketua KPK Firli Bahuri Kembali Dilaporkan ke Dewas, Bisa Dipidana

"Misalkan itu form perintah dari pimpinan, bisa begitu berkembang. Namun, yang pasti sudah jelas surat dan tanda tangan itu dari Sekjen dan Karo SDM kan pertimbangan," papar dia.

Endar dicopot dari jabatan Direktur Penyelidikan pada tanggal 31 Maret 2023. KPK memberhentikan Endar dan mengembalikannya ke kepolisian dengan alasan masa tugasnya telah berakhir.

Buntutnya, Endar juga melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri dan Sekjen KPK Cahya H Harefa ke Dewas KPK. Sebab, dinilai ada ketidakwajaran dalam keputusan terkait pemberhentian tersebut. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait