#arusbaliklebaran

BPTJ Memperketat Pengawasan di Terminal

( kata)
BPTJ Memperketat Pengawasan di Terminal
Penumpang Bus AKAP yang dilarang berpergian bersiap dikembalikan di Terminal Pulogebang, Jakarta, Minggu, 10 Mei 2020.Antara/Hafidz Mubarak A

Jakarta (Lampost.co) -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperketat pengawasan pergerakan arus balik Lebaran 2020 di sejumlah terminal. Langkah ini dijalankan berbarengan dengan perpanjangan penghentian layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Kepala BPTJ Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan kebijakan ini demi mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di Jabodetabek dari warga luar daerah. Dia khawatir ada pemudik membawa virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

"Menghambat pergerakan orang yang bermaksud balik atau masuk ke wilayah Jabodetabek," kata Polana melalui keterangan tertulis, Minggu, 31 Juni 2020.

Dia meminta masyarakat yang telanjur mudik tidak kembali dulu ke Ibu Kota. Pasalnya, Jakarta tengah berupaya masuk ke tahap kenormalan baru (new normal) berdasarkan evaluasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap di rumah selama pemerintah belum menetapkan kenormalan baru. Segala aktivitas sebisa mungkin dijalankan di kediaman masing-masing.

"Jika tidak ada kepentingan mendesak, tahan dulu untuk bepergian ke luar rumah," ujarnya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar