#LAMPUNG

BPS: Harga Naik, Belum Tentu Jumlah Kemiskinan Meningkat

BPS: Harga Naik, Belum Tentu Jumlah Kemiskinan Meningkat
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung telah merilis profil kemiskinan di Lampung untuk periode September 2022. Penyumbang garis kemiskinan terbesar berasal dari golongan bahan pangan dengan sumbangan 73 persen dan sisanya non pangan. Beras menempati urutan pertama sebagai komoditi makanan penyumbang besar garis kemiskinan di Provinsi Lampung baik kategori perkotaan maupun perdesaan.

Jumlah konsumsi beras yang tinggi dan fluktuasi harga disinyalir sebagai pengaruh utama atas besaran jumlah penduduk miskin.

"Beras memiliki peran yang cukup besar terhadap garis kemiskinan. Jika ada kenaikan harga beras, konsumsinya yang tinggi itu akan mempengaruhi jumlah penduduk miskin,"  Statistisi Ahli Muda BPS Lampung ujar Yudianingsih melalui sambungan telepon, Kamis, 19 Januari 2023.

Meskipun berpengaruh, harga komoditas barang yang tinggi tak serta merta mengakibatkan pertambahan penduduk miskin. "Nggak selalu kenaikan harga komoditas menyebabkan bertambahnya penduduk miskin. Tetapi memang akan bisa mempengaruhi. Tergantung besaran pendapatan yang diterima. Apakah mengalami penurunan atau peningkatan, sehingga bisa mengimbangi harga barang konsumsi," kata dia.

Setelah komoditi beras, rokok menjadi barang penyumbang besar atas angka garis kemiskinan. Jika penduduk dapat mengurangi konsumsi rokok, maka garis kemiskinan mungkin bisa diturunkan. Hal ini karena rokok sebagai bahan makanan yang tak mengandung kalori. Sehingga standar kecukupan kalori orang tersebut tak dapat terpenuhi.

"Sebenarnya jika mau dianalisa. Seandainya penduduk miskin itu tidak mengonsumsi rokok, dialihkan untuk yang lain mungkin akan nggak miskin lagi. Karena kebutuhan kalorinya terpenuhi," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait