BPSperikanan

BPS Catat NTP Subsektor Perikanan Tangkap Tertinggi

( kata)
BPS Catat NTP Subsektor Perikanan Tangkap Tertinggi
Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi Lampung pada September 2020 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi dan Palawija (NTP-P) (94,30), Hortikultura (NTP-H) (94,82), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (95,60), Peternakan (NTP-Pt) (100,12), Perikanan Tangkap (101,34), dan Perikanan Budidaya (101,15). 

Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 95,63. Pada September 2020, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan, dan perikanan budidaya, seperti, beberapa tanaman pangan, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan, kopi, karet, kelapa sawit, dan beberapa jenis ikan budidaya. 

"Subsektor tanaman pangan alami kenaikan harga karena mungkin seperti bahan pokok makanan yang jadi kebutuhan masyarakat sehari-hari," jelasnya. 

Sedangkan subsektor peternakan dan perikanan tangkap mengalami penurunan harga, antara lain pada ternak kecil, unggas, dan beberapa jenis ikan tangkap.

"Pada September 2020 daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,17 persen yang disebabkan oleh naiknya hampir seluruh kelompok indeks harga," kata Kepala BPS provinsi Lampung kepada Lampung Post, Jum'at, 2 Oktober 2020.

Secara rinci, tambah dia, yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 0,24 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,05 persen, perumahan, alat listrik, dan bahan bakar lainnya naik sebesar 0,12 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,20 persen, kesehatan naik sebesar 0,06 persen, transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,01 persen, rekreasi, olahraga dan budaya naik sebesar 0,08 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,17 persen. 

Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan dan penyediaan makan dan minuman atau restoran. "Kelompok pendidikan mungkin dikarenakan perbedaan sistem pembelajaran yang menjadikan tidak ada perubahan," tutup dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait