Transfusibpom

BPOM Belum Keluarkan CPOB untuk Transfusi Plasma Darah di Lampung

BPOM Belum Keluarkan CPOB untuk Transfusi Plasma Darah di Lampung
Transfusi darah. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) -- Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung mengajukan izin cara pengelolaan obat yang baik (CPOB) ke BPOM. Izin tersebut untuk kepentingan program transfusi plasma Konvalesen.

Namun, sejak diajukan pada akhir Desember lalu izin tersebut belum dikeluarkan. Hal tersebut disampaikan Kepala UTD PMI Lampung, Aditya M Biomed, Senin, 18 Januari 2021.

"Belum dapat izin, kami masih menunggu dari BPOM," ungkap Ketua IDI Bandar Lampung itu.

Aditya mengatakan, pihaknya saat ini memiliki alat penyaring komponen darah (aferesis). Selain itu, meski belum mendapatkan sertifikasi, ia mengklaim memiliki SDM yang terlatih untuk mengambil dan mengolah plasma konvalesen. "Pengajuan dilakukan sejak akhir tahun, mudah-mudahan cepat keluar izinnya," ujarnya.

Antibodi pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 berada dalam plasma konvalesen. Plasma tersebut tersimpan dalam sel-sel darah pasien.

Transfusi plasma darah bisa membantu pasien Covid-19 membentuk imun tubuh untuk melawan virus. Hal itu bisa dilakukan dengan cara transfusi seperti donor darah biasanya.

"Antibodi bisa diambil dengan mengambil darah pasien yang sembuh. Kemudian diambil plasmanya untuk ditransfusikan kepada pasien lainnya," terangnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait