#tanah#bpn

BPN Lampung Gandeng Kepolisian Berantas Mafia Tanah

BPN Lampung Gandeng Kepolisian Berantas Mafia Tanah
Ilustrasi: Warga memprotes dugaaan adanya mafia tanah. FOTO ANTARA/Yusran Uccang


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Lampung berkomitmen untuk bersinergi dengan penegak hukum untuk memberantas mafia tanah.

"Kami akan meningkatkan kerja sama dengan kepolisian untuk melakukan pemberantasan mafia tanah di Lampung," kata Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Lampung, Yuniar Hikmat Ginanjar, Senin, 15 November 2021. 

Baca: Warga Lampung Korban Mafia Tanah Bisa Mengadu ke Nomor Ini

 

Salah satu kerja sama yang sudah dilakukan adalah pembentukan Satgas Antimafia Tanah yang dapat mempermudah dalam melakukan penindakan mafia yang meresahkan. 

"Satgas harus bergerak lebih cepat dan tepat sasaran," terang dia. 

Meski begitu, ia memaparkan, beberapa modus praktik mafia tanah yang terjadi di Lampung masih dalam kategori ringan. Seperti pemalsuan dokumen atau mempengaruhi kepala desa untuk membuat surat keterangan palsu.

"Masalah yang timbul akibat mafia tanah di Lampung tidak terlalu menonjol," jelas dia. 

Yuniar menjelaskan, peralihan sertifikat tanah dari manual ke elektronik merupakan upaya dari Kementerian ATR/BPN agar data lahan menjadi terintegrasi, mencegah sengketa, sekaligus menghilangkan praktik mafia tanah.

"Salah satu cara untuk meminimalisir mafia tanah dengan terbitnya sertifikat tanah secara elektronik untuk meminimalisir dan membatasi ruang gerak mafia tanah," tutupnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait