#Korupsi#KPK

BPKAD Lamsel Enggan Beberkan Status Tanah Sitaan KPK

BPKAD Lamsel Enggan Beberkan Status Tanah Sitaan KPK
Kepala BPKAD Lamsel Intji Indriati. Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengaku tidak tahu menahu tentang tanah sitaan yang diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. Padahal, inventarisir aset daerah menjadi tanggung jawab mereka.

Kepala BPKAD Lamsel, Intji Indriati, enggan menjelaskan secara terperinci tanah sitaan KPK dari tindak pidana korupsi fee proyek dengan tersangka eks Bupati Lamsel, Zainuddin Hasan.

"Saya enggak tahu. Silakan tanya saja dengan Sekda (Sekretaris Daerah)," ujar Intji, Jumat, 19 Februari 2021.

Dengan tampak terburu-buru, Intji juga mengaku tidak mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap aset Pemkab tersebut. 

"Tugas saya hanya membayar saja," katanya, sembari berjalan menuju ruang Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, empat petugas dari KPK menyambangi Kantor BPKAD Lamsel, pada Senin, 16 November 2020 lalu.

Sekretaris Kabupaten Lamsel, Thamrin, mengatakan kedatangan KPK bertujuan melakukan pendataan aset yang berkaitan dengan kasus Zainuddin Hasan.

"Rencananya, Selasa, 17 November 2020 aset tersebut akan diserahkan KPK kepada Pemkab Lamsel,"ujar Thamrin.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait