#santunankematian#beritametro

BPJamsostek Metro Serahkan Santunan JKM dan Sosialisasikan Program Jaminan Sosial di Lamtim

BPJamsostek Metro Serahkan Santunan JKM dan Sosialisasikan Program Jaminan Sosial di Lamtim
Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Metro, Gustanto Achmad menyerahkan santunan kepada istri almarhum Sanusi dari program JKM. Dok


Metro (Lampost.co): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau biasa disebut BPJamsostek cabang Metro melakukan penyerahan santunan jaminan kematian (JKM) atas nama almarhum Sanusi sebesar Rp42 juta di Gedongdalem, Batanghari, Lampung Timur (Lamtim), Kamis, 4 Februari 2021.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Metro, Gustanto Achmad, mengatakan santunan dengan total Rp42 juta diserahkan kepada istri almarhum Sanusi selaku ahli waris. 
Sanusi merupakan salah satu pekerja di Koperasi Agro Gelem Hijau di Dusun IV, 08/04, Gedungdalem. Di koperasi tersebut membawahi para petani yang didaftarkan ke dalam peserta BPJS Ketenagakerjaan kategori bukan penerima upah (BPU).

"Jadi kita lakukan penyerahan klaim santunan sekaligus sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja disana (Lamtim)," kata Gustanto.

Gustanto menerangkan BPJamsostek melaksanakan kegiatan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada peserta dari kalangan BPU dapat mendapatkan perlindungan tiga program jaminan sosial yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan hari tua (JHT).

JKK memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Manfaat yang diperoleh diantaranya perlindungan atas risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang, dan ditempat bekerja, serta perjalanan dinas. Perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis. Santunan upah selama tidak bekerja (12 bulan pertama 100%, bulan seterusnya 50% hingga sembuh). Santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48x upah yang dilaporkan oleh perusahaan (pemberi kerja) atau peserta. Bantuan beasiswa pendidikan bagi dua orang anak dari peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja maksimal sebesar Rp174 juta.

Selanjutnya, JKM memberikan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Manfaat yang diperoleh santunan kematian berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dengan total keseluruhan manfaat jaminan kematian yang diterima sebesar Rp42 juta.

Kemudian JHT yaitu manfaat berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembanganya. Klaim uang JHT dapat dimanfaatkan bagi para peserta untuk kebutuhan hari tua maupun kegiatan produktif lainnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait