#beritalampung#beritabandarlampung

BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Diskusi Fun Gathering dan PLKK Award

BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Diskusi Fun Gathering dan PLKK Award
Kepala BPJamsostek Bandar Lampung Sulistijo Nisita Wirjawan saat memberikan sambutan pembukaan diskusi PLKK. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandar Lampung menyelenggarakan Let's COD (COllaborative Discussion) With PLKK dan Fun Gathering serta PLKK Award di Golden Tulip, Springhill Bandar Lampung, Sabtu, 15 Oktober 2022.

Sebanyak 38 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) hadir diwakili 25 PLKK dari 52 PLKK wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung yakni Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Metro.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Sulistijo Nisita Wirjawan mengatakan PLKK ini adalah mitra kerja BPJamsostek baik rumah sakit, puskemas, maupun klinik kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Trissiana, mengatakan kegiatan diskusi dengan PLKK digelar secara rutin oleh BPJamsostek untuk lebih mendekatkan kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya. Selain itu, juga untuk menjga sinergisitas PLKK sebagai fasilitas pelayanan kesehatan berupa klinik, puskesmas, balai pengobatan, praktek dokter bersama, dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJamsostek dalam memberikan pelayanan kesehatan pada kecelakaan kerja dan/atau penyakit akibat kerja.

Sulistijo menambahkan, masyarakat pekerja di wilayah Lampung khususnya pekerja rentan masih banyak yang belum terlindungi program sosial BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya berharap kepada perusahaan-perusahaan dan rumah sakit di Lampung yang memiliki dana corporate social responsibility (CSR) untuk disisihkan atau diberikan kepada para pekerja-pekerja rentan (pekerja informal) dalam bentuk program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

"Di Provinsi Lampung, program Pak Gubernur (Kartu Petani Berjaya) sudah baik, salah satunya untuk jaminan sosial. Karena kita tahu pekerja rentan seperti petani dan nelayan yang punya risiko dalam bekerja. Tapi itu semua tidak bisa mengcover seluruhnya di wilayah Lampung. Jadi saya harap pemerintah kabupaten/kota juga ikut ambil bagian untuk mengalokasikan anggaran dalam memberikan jaminan sosial kepada pekerja rentan di wilayahnya," kata dia.

"Pihak swasta atau rumah sakit, contohnya Rumah Sakit Urip dan Rumah Sakit Imanuel sudah mengalokasikan dana CSR untuk memberikan jaminan sosial 100 pekerja rentan bukan penerima upah. Dan ini sangat besar menfaatnya bagi mereka. Mulai dari beasiswa anak sampai ke perguruan tinggi dan santunan kematian, jika terjadi meninggal dalam kecelakaan kerja," sambungnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait