#beritalampung#beritapesawaran#bencana#bpbd

BPBD Pesawaran Mulai Beri Pelatihan Simulasi Tanggap Bencana ke Sekolah

BPBD Pesawaran Mulai Beri Pelatihan Simulasi Tanggap Bencana ke Sekolah
Para pelajar SMAN 1 Gedongtataan mengikuti pelatihan simulasi ketika terjadi bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Dok/Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, mulai memberikan pelatihan simulasi tanggap bencana gempa bumi kepada sekolah-sekolah yang ada di Bumi Andan Jejama. 

Kepala BPBD Pesawaran Sofyan Aghani mengatakan, pada akhir tahun 2022 lalu, pihaknya telah memulai memberikan pelatihan simulasi tanggap bencana kepada para siswa-siswi yang ada di SMAN 1 Gedongtataan.

"Sekolah tersebut memang kita jadikan pilot project untuk memberikan simulasi pelatihan bencana gempa bumi, nah pada tahun ini rencananya kita akan memberikan pelatihan serupa kepada sekolah-sekolah yang ada di Pesawaran, mulai dari SD, SMP serta SMA," ujarnya, Senin, 2 Januari 2023.

Baca juga:  Lampung Alami Inflasi 5,51 Persen

Baca juga:  Ekonomi Kerakyatan Jadi Program Prioritas Lampung pada 2023

Dirinya mengatakan, pelatihan ini bukan hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja, melainkan juga di lingkungan kantor pemerintah, pelayanan kesehatan yang ada dan juga kepada seluruh aparatur desa. 

"Jadi sasaran kita bukan hanya dunia pendidikan, tetapi juga kesemua lapisan yang ada, sehingga ketika terjadi bencana semuanya mengetahui langkah apa saja yang harus mereka lakukan sehingga meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dia. 

Dirinya juga menjelaskan, apabila sekolah maupun instansi ingin mendapatkan pelatihan simulasi tanggap bencana, bisa mengirimkan surat permohonan kepada BPBD Pesawaran, sehingga mereka bisa menjadwalkan pelatihan dan mendatangi narasumber yang telah memiliki lisensi. 

"Inikan sesuai dengan program yang dikeluarkan oleh BNPB, terkait dengan pemberian pendidikan kebencaaan di dunia pendidikan, karena hal ini berguna sebagai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana," kata dia. 

Menurutnya, sampai saat ini pihak BPBD belum memiliki data sekolahan yang berada di kawasan rawan bencana. 

"Kalau data sekolah kita tidak ada, namun kalau data desa rawan bencana kita sudah memilikinya, karena sekolah juga kan masuk dalam di wilayah desa," katanya. 

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait