#beritalampung#beritalampungterkini#antisipasibencana#bencana#bpbd

BPBD Lampung Siapkan 30 Personel Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

BPBD Lampung Siapkan 30 Personel Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menyiagakan 30 personel guna antisipasi bencana hidrometeorologi yang saat ini tengah melanda sejumah daerah di Indonesia, termasuk di Lampung.  Antisipasi dilakukan mengingat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini Lampung memasuki masa perubahan cuaca.

"Adapun perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan ini harus diwaspadai karena di sejumlah daerah rawan terjadi banjir. Hujan yang turun dengan debit tinggi mungkin akan terjadi dalam waktu dekat ini," kata Kepala BPBD Lampung Rudy Sjawal Sugiarto saat dihubungi, Minggu, 23 Oktober 2022.

Baca juga: Warga Pekon Fajaragung dan Petugas Bergotong Royong Bersihkan Sisa Banjir 

BPBD Lampung siap menurunkan ke-30 personel jika memang dibutuhkan daerah lain. "Kami prinsipnya menambahkan personel tambahan untuk kabupaten/kota yang memang kekurangan personel saat terjadi bencana. Sebab, kalau di kabupaten/kota pasti sudah siapkan personel lebih masif lagi," ujarnya.

Meskipun demikian, guna waspada bencana hidrometeorologi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah peralatan mulai dari alat kesehatan, perahu karet, dan pelampung jika dibutuhkan. "Kalau ada banjir bandang atau bencana lain misal gempa angin puting beliung kami akan siapkan kelengkapan tersebut. Dan persiapan tersebut sudah ada di mobil khusus jadi jika dibutuhkan kami sudah siap," katanya.

Kesiapan juga dilakukan dalam persiapan sembako untuk masyarakat yang mengungsi akibat bencana alam. "Sembako, seperti beras, mi instan, sarden, dan sejumlah makanan lainnya sudah disiapkan," ujarnya.

Dia juga menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam siaga penanganan bencana memasuki musim hujan. "Khususnya untuk daerah yang menjadi atensi karena rawan, seperti Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Tulangbawang, kami lakukan pelaporan siaga dengan masif," katanya.

Rudy mengatakan jika koordinasi yang dilakukan selain pelaporan siaga adalah bagaimana BPBD kabupaten/kota melaporkan ketersediaan alat untuk antisipasi bencana jika sewaktu-waktu membutuhkan. Koordinasi alat kami lakukan secara nonformal dengan dinas terkait. Seperti kemarin longsor di Tanggamus, kami minta bantu ke Bina Marga. Mereka menurunkan alat dengan UPTD terdekat, tapi kalau BMBK alatnya dipakai semua kita beralih ke balai, semua bersinergi," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait