#BENCANAALAM#BERITALAMPUNGBARAT

BPBD Lambar Imbau Warga Waspada Bencana

BPBD Lambar Imbau Warga Waspada Bencana
Kepala BPBD Lambar Maidar saat diwawancarai di ruang kerja, Jumat, 24 September 2021. Foto: Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Menyikapi curah hujan yang makin meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat melakukan kesiapsiagaan dan mengimbau warga di wilayah itu selalu waspada bencana. Sebab Lampung Barat (Lambar) diketahui sebagian besar merupakan daerah rawan bencana alam.

Kepala BPBD Lampung Barat Maidar, mengungkapkan pihaknya telah melakukan sejumlah kesiapsiagaan. Menurutnya, pihak kecamatan dan pekon melalui satgas bencana juga telah diminta untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan cara terus memantau segala kemungkinan bencana. Tujuannya jika suatu saat terjadi bencana, maka segera dilakukan upaya penanggulangan dengan harapan dapat meminimalisasi risiko.

Maidar juga meminta warga tidak membuang sampah di sungai, selokan, atau saluran drainase, pembersihan drainase atau saluran air. Pihaknya juga telah menyiapkan SDM dan sarana peralatan yang cukup agar sewaktu-waktu terjadi bencana semua sudah siap diantisipasi.

"Sebagai daerah rawan bencana, Pemkab Lambar yang sudah komitmen sebagai daerah tangguh bencana mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kami sudah ada satgas penanggulangan bencana, baik ditingkat kabupaten, kecamatan maupun pekon,” kata Maidar di ruang kerja, Jumat, 24 September 2021.

Baca juga: Warga Lambar Diminta Waspada Bencana Alam

Pihaknya juga memiliki tiga peleton Satgas Penanggulangan Bencana ditambah 655 Satgas pekon/kelurahan. Tiga peleton satgas bencana kabupaten itu terdiri satgas penanggulangan bencana 1 peleton, tim reaksi cepat satu peleton, dan tim SAR satu peleton. Sementara satgas penanggulangan bencana pekon yaitu terdiri 5 satgas/pekon.

"Seluruh Satgas ini sudah dilatih tentang bagaimana cara melaksanakan penanganan dan pengendalian jika terjadi bencana. Saat ini mereka sudah disiagakan," kata Maidar.

Pelaksanaan penanggulangan bencana juga dikoordinasikan dengan pihak terkait lainya seperti dinas PU, dinas sosial, dan lain sebagainya. Selain menyiagakan personel, pihaknya  juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk penanganan bencana antara lain tenda pengungsian 3 unit, tenda keluarga 8 unit, dan lainnya.

Maidar menambahkan pihaknya juga sudah melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Misal, daerah Suoh dan Bandarnegeri Suoh adalah daerah rawan bencana banjir, di sana pihaknya sudah menempatkan satgas dan tim SAR yang dibantu oleh satgas pekon dan kecamatan.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait