#penahanan#bandarlampung

‘Bos’ Sopir yang Ditahan Polsek Tanjungkarang Barat Masih Bungkam

‘Bos’ Sopir yang Ditahan Polsek Tanjungkarang Barat Masih Bungkam
Kantor PT Sindex Ekspress di Jalan Ikan Jelabat, Kangkung, Bandar Lampung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasca-viralnya penahanan seorang sopir bernama Arsiman selama delapan hari di Polsek Tanjung Karang Barat (TKB), sosok ‘Bos’ yang memberikan perintah penahanan hingga kini belum memberikan klarifikasi.

Lampost.co mencoba mendatangi kantor PT Sindex Ekpress yang berada di Jalan Ikan Jelabat, Kangkung, Bumi Waras Bandar Lampung, Senin, 17 Januari 2022. Kantor tanpa plang nama dengan pagar berwarna hijau nomor 44 itu tertutup tanpa adanya penjagaan. Hanya ada satu karyawan yang hendak masuk, namun enggan memberikan keterangan.

Baca juga: Kronologi Penahanan Sopir Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat

Selain mendatangi kantor, Lampost.co juga mendatangi sebuah gudang yang diduga milik PT Sindex Ekspress di Jalan KH Agus Anang, Panjang, Bandar Lampung. Namun, tidak ada satu-pun yang dapat ditemui. 

Selanjutnya Lampost.co mencoba menghubungi salah satu karyawan atas nama Hendra, yang merupakan Kepala Kendaraan PT Sindex Ekspress. Ia hanya mengatakan bahwa seluruh proses hukum tersebut sudah dilimpahkan kepada seorang kuasa hukum.

“Saya nggak ada kuasa untuk itu, semua sudah kami serahkan ke kepolisian dan kuasa hukum,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Mengenai namanya yang disebut sebagai perwakilan perusahaan yang menjemput paksa korban dari kediamannya ke kantor untuk diinterogasi, Hendra menampiknya.

“Bukan, saya nggak tahu apa-apa. Saya intinya tidak bisa memberikan keterangan apa-apa karena saya statusnya hanya karyawan biasa,” kata dia.

Sementara itu menurut sumber yang menghubungi Lampost.co, pemilik perusahaan merupakan seorang laki-laki bernama Budi atau kerap disebut Budi Sindex. Sedangkan kuasa hukum yang dimaksud merupakan seorang pengacara berinisial ‘BS’ yang memiliki kantor di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung. 

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, BS mengaku mengetahui ihwal penahanan supir di Polsek Tanjungkarang Barat. Namun Ia mengaku belum ada surat kuasa untuk menangani kasus tersebut. 

“Hanya tahu melalui cerita, tapi belum ada tanda tangan kuasa,” ujarnya singkat.

Diketahui pasca viralnya kasus penahanan sopir Arsiman, Kapolsek Tanjung Karang Barat Kompol David Jacson Sianipar dimutasi oleh Polda Lampung pada Jumat, 14 Januari 2022 sesuai surat telegram Nomor : KEP/44/I/2022 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Lampung.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait