#bandarlampung#penahanan

Bos Sopir Arsiman Membela Diri

Bos Sopir Arsiman Membela Diri
Kuasa hukum PT Sindek Express, Bey Sujarwo. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pimpinan PT Sindek Express atau bos sopir yang ditahan Polsek Tanjungkarang Barat (TKB) selama delapan hari, akhirnya angkat bicara.

Melalui kuasa hukumnya, Bey Sujarwo, menerangkan kronologi sebelum sopir Arsiman ditahan Polsek TKB. Awalnya sopir mengangkut barang menggunakan truk tronton dari Semarang menuju Pekanbaru, Riau. Sesampainya di Pekanbaru, terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan hilangnya barang muatan.

Baca juga: Kapolsek Tanjungkarang Barat Dimutasi Buntut Penahanan Sopir Arsiman

“Kejadiannya itu jauh dari perkampungan apalagi perkotaan, jadi masih ditelusuri siapa yang dikatakannya menjarah ribuan boks barang itu. Barang dibawa pakai mobil tronton roda 10, lalu kecelakaan dengan keadaan sopir baik-baik saja, itu juga sedang didalami,” kata dia.

Sujarwo mengatakan bahwa saat ini kliennya sedang melakukan penyelidikan, mengenai peristiwa kecelakaan di Pekanbaru Riau yang mengakibatkan lebih dari 50% barang milik PT Sindex Express lenyap.

“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman, dan pihak kepolisian disana sedang melakukan olah TKP. Hal itu untuk mrmbuktikan apakah benar keterangan Arsiman yang dikatakan penjarahan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin, 24 Januari 2022.

Sujarwo mengatakan atas kejadian kecelakaan tersebut, kliennya kehilangan 1.800 boks atau karton yang berisi salah satu kopi kemasan (Luwak White Coffee). Taksiran kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta.

“Atas dasar itu, klien kami memanggil yang bersangkutan (sopir Arsiman) untuk dimintai keterangan karena dari total yang dibawa 3.000 boks hilang lebih setengahnya. Setelah dimintai keterangan di kantor, akhirnya menitipkannya ke Polsek TKB,” katanya.

Mengenai alasan penahanan, Sujarwo mengatakan untuk langsung meminta keterangan kepada pihak Polda Lampung atau Polsek yang bersangkutan.

“Kalau siapa yang memberi perintah penahanan silahkan ditanyakan ke pihak kepolisian,” ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait