#Covid-19#Lampung

Bom Waktu Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Lampung

Bom Waktu Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Lampung
Ketua IDI Cabang Bandar Lampung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung menyebutkan bahwa meningkatnya kasus positif Covid-19 di Lampung merupakan bom waktu yang selama ini dihindari. Hal tersebut dikarenakan sangat luar biasanya lonjakan yang terjadi selama November yang mencapai angka hampir 50 persen.

Lonjakan, bahkan terjadi tidak hanya pada kasus positif Covid-19, tapi juga pada kasus kematian dan terjadinya klaster-klaster baru yang tidak disangka. Bahkan Ketua IDI Kota Bandar Lampung dr. Aditya M. Biomed mengatakan adanya kekhawatiran yang berlebih terkait adanya lonjakan yang luar biasa ini.

“Dari awal kami mengkhawatirkan bahwasannya kenyataan yang ada pada data tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Peningkatan kali ini sangat luar biasa dan bisa dikatakan sebagai bom waktu,” ujarnya pada Lampost.co di kantor PMI Lampung, Senin, 7 November 2020.

Saat ditanya terkait maksud dari ‘bom waktu’, Aditya menerangkan bahwa pemerintah khususnya terkesan santai pada awal pandemi dengan tidak gencar melakukan 3T, namun saat ini dikatakan sudah mendekati iedal dalam melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Awal pandemi itu yang PCR sedikit sedangkan sekarang semakin banyak, jadi terkesan lonjakannya dadakan. Pemerintah gencar 3T (tracing, testing, treatment), terutama tracing dan diharapkan treatment-nya juga digencarkan supaya seimbang,” tambahnya.

Dengan lonjakan yang sangat luar biasa, dr Aditya juga menyampaikan bahwa pihaknya (tenaga kesehatan) semakin kewalahan menghadapi kesulitan-kesulitan yang ada di lapangan. 

“Di sisi lain kami senang banyak yang tracing dan testing, walaupun berdampak dengan lonjakan yang signifikan. Tapi disisi lain juga keterbatasan yang ada di lapangan seperti penuhnya rumah sakit rujukan menjadi kendala yang juga luar biasa,” ujarnya.

IDI Bandar Lampung berharap agar gencarnya 3T yang digencarkan oleh pemerintah saat ini sejalan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) yang tidak diabaikan oleh masyarakat.

“Tapi nanti terkesan percuma kalau masyarakatnya sendiri semakin abai dengan prokes 3M,” pungkasnya.

Seperti diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, selama bulan November terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 sebesar 47,8 persen atau sebanyak 2093 kasus.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait