#hidrosefalus

Bocah Penderita Hidrosefalus di Bengkunat Akhirnya Meninggal Dunia

( kata)
Bocah Penderita Hidrosefalus di Bengkunat Akhirnya Meninggal Dunia
Rizkia Putri, putri pasangan Wahyudi dan Mila Riyanti, warga Pemangku Talangjaya, Pekon Kutajawa, Kecamatan Bangkunat, yang menderita hidrosefalus, beberapa waktu lalu.Dok.


Krui (Lampost.co) -- Setelah melewati masa-masa perawatan karena menderita hidrosefalus sejak lahir, Rizkia Putri, akhirnya meninggal dunia, Kamis, 13 Februari 2020. Bocah perempuan berusia 22 bulan itu baru seminggu keluar dari rumah sakit.

Kepala Puskesmas Bangkunat, Darno, mengatakan Rizkia Putri, anak dari pasangan Wahyudi dan Mila Riyanti, warga Pemangku Teluk Beringinjaya, Pekon Kutajawa, Kecamatan Bengkunat, akhirnya meninggal dunia. "Iya meninggal dunia siang ini, Kamis, 13 Februari 2020, pukul 14.00 WIB, di rumah orang tuanya. Seminggu yang lalu baru pulang dari Rumah Sakit Imanuel,” katanya.

Dia menjelaskan pasien sudah sembilan kali dioperasi, tetapi dalam sebulan terakhir ini keadaannya memang memburuk. Hal itu bukan karena komplikasi penyakit tetapi sering kejang.

“Kondisi itu membuat asupan nutrisinya kurang sehingga keadaan pasien bertambah lemas," katanya, Kamis, 13 Februari 2020.

Dia menambahkan pasien rencananya akan dibawa ke Jawa Timur untuk melanjutkan pengobatan. "Sebenarnya tadi sudah siap-siap mau diantar menggunakan ambulans desa, untuk berobat ke Jawa Timur. Tetapi pasien lebih dahulu meninggal sebelum berangkat," ujarnya.

Dia menjelaskan almarhum sudah dimakamkan di Permakaman Umum Pemangku Teluk Beringinjaya, Pekon Kutajawa. "Tadi waktu kami melayat sudah disalatkan dan siap dimakamkan," kata dia.

Dia menambahkan semua pihak telah berbuat dan berusaha maksimal untuk kesembuhan Rizkia Putri. Namun, takdir berkata lain.

"Kalau usaha sudah maksimal, buktinya sudah sembilan kali dilakukan operasi. Rumah sakit tempat berobat yang dituju semua welcome, BPJS lancar, soal rujukan puskesmas sigap mengantar, keluarga pasien dan pekon kooperatif. Namun, kita hanya bisa berusaha dan Tuhan yang berkehendak menentukan," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar