tewastiktok

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Diduga Akibat Main TikTok

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Diduga Akibat Main TikTok
Ilustrasi. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Jaksa Italia bakal menyelidiki kasus kematian tidak disengaja dari seorang gadis berusia 10 tahun yang diduga ikut tantangan “pemadaman listrik" (blackout) di jaringan berbagi video TikTok. Gadis itu meninggal di rumah sakit Palermo setelah ditemukan Rabu lalu oleh saudara perempuannya yang berusia lima tahun di kamar mandi keluarganya sembari memegang ponselnya, yang kini disita oleh polisi.

Pihak TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, Jumat, 22 Januari 2021, mengatakan pihaknya tidak bisa mengidentifikasi konten apa pun di situs mereka, yang dapat mendorong gadis tersebut berpartisipasi dalam tantangan semacam itu. Tetapi mereka berjanji akan membantu pihak berwenang dalam penyelidikan atas kemungkinan "ajakan/hasutan untuk bunuh diri. ".

"Keamanan pengguna TikTok adalah prioritas kami. Dalam kasus ini kami tidak mengizinkan konten apa pun yang mendorong, mempromosikan, atau mengagungkan perilaku yang dapat berbahaya," kata juru bicara TikTok.

Pakar medis telah memperingatkan tentang bahaya tantangan yang dilakukan oleh beberapa anak muda, yang menyebutnya sebagai "scarfing" atau "permainan tersedak" di mana oksigen yang dibatasi ke otak menghasilkan rasa fly.

Orang tua gadis itu mengatakan kepada surat kabar La Repubblica bahwa seorang anak perempuannya, menjelaskan bahwa sang kakak sedang bermain game “blackout".

"Kami tidak tahu apa-apa," kata ayah gadis tersebut kepada koran itu.

"Kami tidak tahu dia ikut serta dalam permainan ini. Kami tahu bahwa (putri kami) main TikTok untuk menari dan melihat video. Bagaimana saya bisa membayangkan kejadian seperti ini?" katanya lagi.

Desember lalu, badan perlindungan data Italia mengajukan gugatan terhadap TikTok karena dianggap kurangnya perhatian terhadap perlindungan anak di bawah umur. Mereka juga mengkritik aplikasi video tersebut karena mudahnya anak-anak di bawah umur untuk memiliki akun di aplikasi itu.

Kematian gadis malang itu telah memicu reaksi keras di Italia dan menyerukan perlunya regulasi jejaring sosial yang lebih baik. "Jejaring sosial tidak bisa menjadi hutan di mana segala sesuatu diperbolehkan," kata Licia Ronzulli, presiden komisi parlemen Italia untuk perlindungan anak.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait