#Narkoba#BNNPLampung

BNNP Lampung Kampanye Antinarkoba ke Milenial

BNNP Lampung Kampanye Antinarkoba ke Milenial
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terus mengampanyekan program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terus mengampanyekan program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Sosialisasi ini juga dilakukan secara khusus ke kaum milenial.

Upaya teranyar yang dilakukan BNNP Lampung yakni menggandeng Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba (OMAN) UBL melalui program Kampanye Hidup 100 Persen. Kegiatan ini dihelat melalui focus group discussion (FGD) Nusantara, Senin, 24 November 2020.

Kabid P2M Dahmad Alamsyah menjadi pembicara dalam program kampanye tersebut. FGD mengambil tema "Peran Mahasiswa dalam Optimalisasi Budaya di Lingkungan Kampus Se-Nusantara dalam Mewujudkan Generasi Milenial Hidup 100 Persen Sehat Tanpa Narkoba". Kegiatan ini diikuti 200 orang lebih peserta.

"Upaya kampanye terus dilakukan, terutama menyasar kaum milenial agar mereka paham betul bahaya narkoba. Apalagi kalangan muda usia produktif 19 sampai 35 tahun memiliki finansial cukup untuk membeli narkoba. Jadi edukasi sejak dini ke kaum milenial ini perlu," ujar Ahmad Alamsyah.

Ia mengatakan upaya tersebut terus digalakan agar kaum milineal, khususnya anggota OMAN dapat menjadi agen P4GN dan perpanjangan tangan menyosialisasikan bahaya narkoba ke masyarakst luas. Salah satu program kampanye yang tengan didengungkan saat ini adalah kampanye hidup 100 persen tanpa narkoba.

Dalam FGD tersebut, secara spesifik ia menyampaikan meliputi gambaran ancaman kerugian yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba, pengetahuan dasar narkoba, perkembangan, data ungkap kasus, hingga tips-tips menjadi mahasiswa role model sehat tanpa narkoba.

Ia berharap seluruh perguruan tinggi di Indonesia dapat membentuk organisasi–organisasi mahasiswa antinarkoba seperti yang ada di Provinsi Lampung. Sehingga mahasiswa turut mampu menekan laju prevalensi angka penyalahgunaan narkoba menuju indonesia emas tahun 2045.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait