#narkoba#sabu#ganja

BNNP Lampung Berharap Pecandu Narkoba Direhabilitasi

BNNP Lampung Berharap Pecandu Narkoba Direhabilitasi
Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Edi Swasono. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung meminta pecandu dan pengguna narkoba untuk direhabilitasi. Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Edi Swasono mengatakan, pengguna narkoba merupakan korban sehingga wajib untuk direhabilitasi. 

Ia menilai jika pengguna narkoba masuk ke satu sel dengan bandara, dikhawatirkan bukannya sembuh malah bisa menjadi pengedar narkoba. Hal itu adalah strategi gratis yang dilakukan oleh bandar narkoba.

"Jika pengguna dimasukkan satu sel dengan bandar narkoba mereka akan di doktrin menjadi agen baru. Jadi penyalahguna itu harus direhabilitasi dan sesuai dengan undang-undang nomor 35 tentang narkotika penyalahguna itu adalah pasien yang harus diobati bukan dipidanakan," kata dia, Rabu, 15 September 2021. 

Dia menjelaskan, saat ini peredaran narkotika di Kota Metro masuk di angka 1.512 orang. Kemudian untuk kerugian materi nya dalam sebulan bisa menelan Rp1,5 miliar perbulan untuk membelanjakan narkotika itu. 

"Suplai dari para bandar narkoba itu tetap ada ke Metro. Hingga saat ini terdata 1.500 orang sebagai pengguna aktif hingga menelan 1,5 kilogram Sabu," ujarnya. 

Brigjen Pol Edi berpesan kepada masyarakat Kota Metro untuk melaporkan jika ada keluarga serta kerabat yang menjadi pecandu narkoba ke BNN setempat untuk dilakukan rehabilitas. 

"Ada tiga jaminan jika masyarakat mau melapor ke BNN Kota Metro. Pertama kita akan merawat hingga pecandu ini sembuh, kemudian pecandu akan kita lindungi atau tidak kita pidanakan sehingga harus melakukan rehabilitasi dan Kita akan menjamu kerahasiaan identitas mereka supaya tidak di cemooh oleh orang lain," 

Brigjen Pol Edi juga mendukung wali Kota Wahdi untuk mewujudkan Kota yang menghasilkan generasi Emas , Metro Cemerlang. 

Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Metro, Basuki, menurutnya bagi pengguna atau pecandu narkoba baiknya dilakukan rehabilitasi. 

"Penyalahguna narkoba itu adalah korban, jadi mereka tidak harus itu dihukum pidanakan. Akan sangat bahaya sekali jika mereka terkontaminasi oleh bandar besar yang ada di dalam sel. Sekalinya keluar dia bisa menjadi bandar dengan strategi yang diajarkan di dalam sel," kata dia. 

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengaku akan meningkatkan kembali pemanfaatan fasilitas yang mendukung pecandu narkoba untuk direhabilitasi. Selain direhabilitasi di BNNK Metro dia akan menjadikan RSUD Ahmad Yani sebagai tempat rehabilitasi juga. 

"Rumah Sakit Ahmad Yani itu sebagai tempat rehabilitasi, kedepannya akan kita realisasikan pada penyalahgunaan.  Kita juga sudah menyampaikan kepada Pak Jenderal tadi tentang perlindungan mereka yang sebagai korban," kata dia.

Ditempat terpisah, Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kota Metro, Muchamad Mulyana mengaku dari 617 napi di Lapas setempat 50 persen didominasi kasus narkoba. 

"Jadi napi kasus Narkotika ada 339 orang. Untuk penyalahguna atau pemakai ada 198 orang," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait