#NARKOBA#BERITAMETRO

BNNK Metro Minta Polisi Tuntaskan Jaringan Narkotika

BNNK Metro Minta Polisi Tuntaskan Jaringan Narkotika
Kepala BNN Kota Metro, Saut Siahaan. (Foto: Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Metro meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan narkotika di Bumi Sai Wawai. 

Kepala BNNK Metro, Saut Siahaan, mengatakan, usai penangkapan oknum ASN Lampung Tengah di Jalan Bambu Kuning Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat akibat penyalahgunaan narkoba, sehingga  polisi harus mengungkap sindikat penyalahgunaan narkoba di lingkungan ASN, bukan hanya di Lampung Tengah, melainkan di Kota Metro.

"Ini merupakan kewenangan penyidik Polres untuk melakukan pengungkapan atau lidik lanjut manakala ada keterkaitan oknum-oknum lain di luar yang bersangkutan. Selidiki jaringannya, agar ASN khususnya di Kota Metro ini bisa bersih dari penyalahgunaan narkoba," kata dia, di ruang kerja, Jumat, 28 Mei 2021.

Saut menilai, pemerintah daerah tempatnya bertugas telah gagal dalam mengedukasi oknum pegawainya tersebut sehingga kembali terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

"Informasi yang kami terima, tersangka ini sudah dua kali terlibat penyalahgunaan narkoba. Memang di satu sisi kabupaten Lampung Tengah belum ada BNNK, tapi ada BNK yang dipegang oleh Wakil Bupatinya. Jadi, mungkin BNK Lampung Tengah perlu memperbanyak sosialisasi-sosialisasi kepada para pejabat di lingkungan Pemkabnya," ujarnya.

BNNK Metro juga mengapresiasi kinerja tim Cobra Satreskoba Polres Metro. Menurutnya, pemangku kebijakan ditempatnya bertugas perlu memberikan efek jera kepada ASN penyalahguna Narkoba. 

"Kami dari BNN Kota Metro menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sat Narkoba Polres Metro atas penangkapan oknum ASN Lampung Tengah yang menyalahgunakan narkoba. Ini merupakan satu bentuk pelanggaran, baik dari sisi aparaturnya maupun dari sisi kemasyarakatannya. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan Menpan-RB saat HANI 2020, para ASN yang terlibat penyalahgunaan narkotika, baik pengedar maupun bandar itu dipecat dengan tidak hormat," kata dia. 

Di sisi lain, Kasat Narkoba Polres Metro Iptu Suheri, menerangkan, tersangka AA merupakan ASN aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah. AA sebelumnya pernah ditangkap atas kasus serupa pada Januari 2020. Setelah bebas, dia diketahui kembali berkantor dan menduduki jabatan strategis di salah satu dinas yang terdapat di Lampung Tengah.

"Yang bersangkutan itu memang merupakan pengonsumsi aktif. Kemudian dia juga merupakan residivis yang pernah tertangkap di Polres Metro pada Januari 2020. Dia ini merupakan oknum ASN aktif yang menjabat di lingkungan Pemkab Lampung Tengah," ujar dia. 

Suheri menjelaskan, sempat terjadi perlawanan saat AA diamankan dari rumahnya di Jl. Bambu Kuning RT/RW 026/006, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat. Kini Polisi masih melakukan pengembangan terhadap jaringan AA. 

"Saat diamankan sempat ada perlawanan namun dapat diatasi oleh petugas. Barang buktinya itu ditemukan di dalam rumahnya. Untuk narkobanya didapat darimana, itu masih kami dalami. Jaringannya siapa saja, juga masih kami dalami," kata dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait