#banjir#cuaca#Tsunami

BMKG: Waspada Gelombang Mirip Tsunami di NTT

BMKG: Waspada Gelombang Mirip Tsunami di NTT
Ilustrasi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Gelombang laut tinggi seperti tsunami diprakirakan akan terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat diminta menjauhi garis pantai.

"Upaya mitigasi adalah menjauhi garis pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati kepada Medcom.id, Rabu, 7 April 2021.

Raditya mengatakan prediksi gelombang tinggi karena faktor cuaca ekstrem. Hal ini dampak siklon tropis Seroja yang mulai bergerak meninggalkan wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dampak dari siklon tropis Seroja masih terjadi meski sudah bergerak menjauhi Indonesia. Dampak yang ditimbulkan salah satunya memicu gelombang laut mirip tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gelombang laut itu bisa masuk ke darat. Meski tidak dikategorikan tsunami, tetapi sifat gelombang mampu merusak jika menyentuh daratan.

"Tidak sama dengan gelombang tsunami, tidak sekuat gelombang tsunami tetapi sama-sama masuk ke darat dan dapat merusak," ujar Dwikorita dalam konferensi televideo, Selasa, 6 April 2021.

Keganasan siklon tropis Seroja membuat 10 kabupaten dan 1 kota di NTT terdampak bencana alam. Wilayah itu terdiri atas Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait