#putingbeliung#beritalampung

BMKG Prediksi Tak Ada Puting Beliung Susulan di Panjang

BMKG Prediksi Tak Ada Puting Beliung Susulan di Panjang
Puting beliung melanda wilayah Jalan Selat Malaka 7, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu, 4 Agustus 2021. Dok warga


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Fenomena puting beliung melanda wilayah Jalan Selat Malaka 7, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu, 4 Agustus 2021. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Maritim, Raden Eko, mengatakan puting beliung dapat sering terjadi saat masa peralihan musim (pancaroba). 

Pihaknya memprediksi tidak akan ada puting beliung di wilayah tersebut dalam waktu dekat. Hal itu sesuai dengan karakteristik fenomena tersebut, yakni bersifat lokal, terjadi dalam periode waktu yang singkat, dan sekitar kurang lebih 10 menit.

“Fenomena ini lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari, dengan awan cumolonimbus (CB). Tapi, tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena ini, kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat,” kata Eko, melalui sambungan telepon, Kamis, 5 Agustus 2021.

Dia mengatakan kecepatan angin saat terjadinya Puting Beliung tercatat sekitar 10-15 knots. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada jika terjadi hal serupa.

“Tetap waspada, khususnya warga Panjang dan yang bermukim di sekitar pesisir Bandar Lampung. Untuk info seputar peristiwa angin seperti ini mohon jangan percaya selain dari info resmi BMKG,” kata dia.

Menurut dia, salah satu ciri terjadinya puting beliung adalah adanya perubahan cuaca secara tiba-tiba dari cerah menjadi dingin dan gelap. Sebab, itu berpotensi akan adanya puting beliung dan hujan lebat. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait