#BANTUAN#BERITALAMPUNGUTARA

BLT di Lampura Terkendala karena Banyaknya Perubahan di Kemenkeu

BLT di Lampura Terkendala karena Banyaknya Perubahan di Kemenkeu
DPMD Lampura berkoordinasi ihwal realisasi BLT DD di Lampura yang sering terkendala perubahan di Kemenkeu-- Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost)-- Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana desa (DD) di Lampung Utara terkendala karena banyaknya perubahan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal itu berimbas terhadap percepatan peningkatan perekonomian rakyat di masa pandemi.

Informasi di lapangan, Jumat, 7 Mei 2021, dari 232 desa sebanyak 151 desa telah merealisasikan BLT DD per Januari 2021 dari 220 pengusulan kepada KPPN atau bendahara negara. Sementara sisanya (69) masih berproses, 10 desa masih diusulkan, dan 2 desa masih belum. Kemudian, untuk Februari 2021 belum ada yang direalisasikan dan hanya 62 desa mengusulkan.

"Itu yang menjadi arahan bupati. Mereka (kades) harus segera mengajukan. Di lapangan, seperti diketahui bersama, aturan selalu berubah-ubah sehingga aparat desa harus melakukan hal serupa di dalam mata anggarannya," kata Kabid Pemdes DPMD Lampura, Ismirham Adi Saputra di ruang kerja, Jumat, 7 Mei 2021. 

Menurutnya, hal itu bukan kewenangan dari DPMD. Sebab DPMD sifatnya mengkoordinasikan. Pihaknya menegaskan siap berkoordinasi dengan aparat yang melakukan pengajuan.

"Jadi, tidak ada bahasanya itu karena dihambat DPMD. Bahkan, kami mendorong mereka (desa) segera merealisasikannya. Sebab, pada realisasi tahap I harus direalisasikan sebanyak 5 bulan, dan ini telah menginjak triwulan kedua, "terangnya.

Ismirham menjelaskan dalam satu tahun anggaran dana desa (DD)  sebelumnya realisasinya dalam tiga tahap yakni tahap pertama sebesar 40%, tahap kedua (40%), dan tahap ketiga (20%). Ia menambahkan pengajuan dana desa akan masuk ke tahap kedua yaitu bulan depan. 

"Jangan sampai ini terhambat. Kami berharap para kepala desa dapat segera memenuhinya. Bila tidak jangan salahkan sanksi yang diberikan, "pungkasnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait