#Nelayanlampung#terdampar

BKSDA Ungkap Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Sukaraja

BKSDA Ungkap Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Sukaraja
Sejumlah nelayan Sukaraja saat melepaskan ikan hiu tutul yang masuk kedalam jaring payang. Lampost.co/Andi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu meninjau tempat terperangkapnya ikan hiu tutul di jaring payang milik nelayan di Sukaraja, Bumi Waras, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Kamis, 25 November 2021.

Dalam tinjauan tersebut, Tim BKSDA Lampung ini melihat langsung ikan hiu tutul yang masuk k edalam jaring payang milik nelayan setempat. Tidak hanya satu ekor, tim juga melihat dua ekor ikan itu berada di dalam jaring.

Baca juga: 4 Ekor Hiu Tutul Kembali Masuk Jaring Nelayan Sukaraja

Humas Seksi Konsevasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Irhamuddin mengatakan kedatangannya ke Pantai Sukaraja ingin melihat langsung beberapa ikan hiu tutul yang masuk ke dalam jaring payang nelayan.

"Kami hanya menindaklanjuti viralnya ikan hiu tutul yang beberapa hari ini tertangkap oleh jaring payang milik nelayan sini," ujarnya.

Irhamuddin menjelaskan ikan hiu paus atau bahasa latinnya Rhincodon typus ini biasa hidup di laut dalam dan bisa juga di laut dangkal karena mengejar makanannya.

"Kemungkinan besar lainnya dikarenakan suhu dingin di perairan laut dalam. Sehingga ikan hiu ini muncul ke permukaan mencari suhu yang lebih hangat," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, kemungkinan lain bisa juga hiu-hiu ini sedang melakukan migrasi dengan kelompoknya. Kemudian hilang navigasi sehingga keluar kelompoknya.

"Sebenarnya ada kemungkinan lainnya, seperti kondisi hiu paus yang sakit dan tua, tapi ini jauh dari itu sebab secara kasat mata, saya melihat ikan-ikan ini sehat," kata dia.

Sementara apakah perairan laut Sukaraja merupakan habitatnya. Ia mengaku belum dapat memastikan karena tidak ada penelitian dan data-data mengenai kemunculan ikan tersebut.

"Kami belum tahu soal apakah di sini habitatnya atau bukan, tapi bisa jadi ini adalah imigran dari satuan hiu-hiu paus untuk berpindah tempat," tandasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait