#otomotif#ekbis#menggeliat

Bisnis Otomotif Meningkat 50 Persen Bersiap Sambut Kendaraan Net Zero Emission

Bisnis Otomotif Meningkat 50 Persen Bersiap Sambut Kendaraan Net Zero Emission
Pameran otomotif bakal kembali bergairah usai kasus pandemi melandai. (Ilustrasi)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku usaha yang bergerak di bidang otomotif kembali bergeliat pascaturunnya angka kasus covid-19 di Lampung. Perlahan ekonomi bangkit bergerak kembali, masyarakatpun sudah ramai untuk membeli kendaraan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mobil Lampung (APML) Wahyudi mengatakan saat ini penjualan mobil sudah mulai bagus. Ia mengatakan dengan pulihnya ekonomi harapannya bisa meningkatkan daya beli masyarakatnya. Apalagi untuk pembelian mobil baru yang saat ini masih diberikan insentif/relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Sekarang sudah ada peningkatan pembelian diangka 50%. Harapan kedepan bisa lebih baik lagi," katanya kepada Lampost, Minggu, 17 Oktober 2021.

Ia mengatakan kedepan otomotif akan menggunakan energi terbarukan tak lagi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Potensi market di Lampung juga akan baik, apalagi sebagai pintu gerbang sumatera dan dekat dengan ibu kota yang mengikuti perkembangan jaman. Masyarakat Lampung juga sangat up to date dan konsumtif dengan hal-hal baru. Pemerintah juga tinggal menyiapkan insfrastrukturnya.

"Masyarakat Lampung cendung memilih mobil baru mengikuti perkembangan jaman, sementara untuk mobil bekas tidak terlalu berpengaruh. Kemudian untuk pasar mobil tua/klasik di Lampung belum terlalu banyak peminatnya," katanya.

Kedepan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan untuk melarang dealer yang menjual sepeda motor berbahan bakar minyak dan mobil berbahan bakar bensin di Indonesia. Karena semua kendaraan yang akan di jual menggunakan mesin penggerak berteknologi energi baru dan terbarukan serta net zero emission. 

Rencananya mulai tiga dekade mendatang, pemerintah akan sepenuhnya menggunakan mesin yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) serta net zero emission. Sepeda motor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) akan dihentikan penjualannya pada 2040. Pun mobil yang menggunakan bensin, akan dihentikan penjualannya lima tahun berikutnya.

"Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Arifin Tasrif seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM

Dalam mencapai target nol emisi, pemerintah menerapkan 5 prinsip utama yakni peningkatan pemanfaatan EBT, pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, dan pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).

Di tahun 2021, pemerintah akan mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait EBT dan retirement coal. Di tahun 2022, akan ada Undang-Undang EBT dan penggunaan kompor listrik untuk 2 juta rumah tangga per tahun. Selanjutnya, pembangunan interkoneksi, jaringan listrik pintar (smart grid) dan smart meter akan hadir di tahun 2024 dan bauran EBT mencapai 23 persen yang didominasi PLTS di tahun 2025. Pada tahun 2027, pemerintah akan memberhentikan stop impor LNG dan 42 persen EBT didominasi dari PLTS. 
 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait