cafekulinerpandemi

Bisnis Kuliner Sehat Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi

Bisnis Kuliner Sehat Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi
Potongan gambar Webinar Pelatihan Wirausaha 2020 dengan topik "Ide Bisnis Kuliner Sehat Saat Pandemi", Kamis, 31 Desember 2020.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan pada masa pandemi Covid-19 menjadi peluang untuk membuka bisnis makanan atau minuman sehat.

Gaya hidup sehat kini secara keseluruhan lebih ditekankan kepada kebutuhan kuliner yang sehat sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Food and Beverage Manager Sheraton Hotel Lampung, Ahmad Nasution, mengatakan tren hidup sehat di masa pandemi membuat beberapa pebisnis kuliner menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Sheraton juga mencoba berbisnis makanan dan minuman yang pas dengan kondisi dan market sekarang. Makanan yang dibuat lebih diutamakan yang di-grill atau di-steam dengan kreasi menu lokal yang menarik dan rasa yang terjaga," kata Ahmad dalam Webinar Pelatihan Wirausaha 2020 yang diselenggarakan Lampung Post dan Coca-Cola Amatil Indonesia dengan topik "Ide Bisnis Kuliner Sehat Saat Pandemi", Kamis, 31 Desember 2020.

Menurut Ahmad, membuat kuliner sehat yang penting diperhatikan mulai dari komposisi makanan, cara pengolahan, serta presentasi makanan dan minuman. "Ide bisnis kuliner saat ini bisa dengan membuat suatu makanan dengan bahan sayuran dan juga minuman dari buah dan sayur atau dari bahan rempah-rempah seperti jahe. Ini pas dengan kebutuhan nutrisi di masa pandemi," kata Ahmad Nasution.

Dia juga menekankan untuk cara pengolahan makanan sehat bisa dengan memanggang (grill), dikukus, dan dibakar. "Pemilihan bahan makanan juga patut menjadi perhatian. Perlu kita memperhatikan untuk memilih bahan-bahan makanan yang segar dan bersih,"  ujarnya.    

Endang Sri Wahyuni, akademisi Jurusan Gizi Poltekkes Tanjung Karang, menjelaskan makanan sehat adalah makanan yang memenuhi kebutuhan zat gizi manusia. "Garam, minyak, dan gula sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Namun, harus disesuaikan dengan kebutuhan yang pas untuk tubuh. Seperti garam cukup 1 sendok teh per hari," kata dia.

Endang melanjutkan kebutuhan tubuh akan zat gizi, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air. "Masyarakat saat ini untuk konsumsi serat masih sangat kurang. Kebutuhan serat tubuh sangat tinggi, dan menjadi penentu terjadinya penyakit degeneratif. Serat ini asalnya dari buah dan sayur-sayuran," ujarnya.

Menurut Endang, tantangan di masa pandemi bagaimana kita membuat makanan dengan memasukkan bahan-bahan seperti buah-buahan dan sayur. "Di dalam buah dan sayur terdapat banyak zat flavonoid yang berperan meningkatkan imunitas tubuh. Kemudian imunitas yang meningkat baik sebagai antiperadangan dan membunuh virus, sehingga memperkecil risiko terpapar virus," kata dia.

Webinar Pelatihan Wirausaha 2020 dipersembahkan Harian Umum Lampung Post dan Coca-Cola Amatil Indonesia, serta didukung oleh JNE Express pada Kamis mengangkat topik "Ide Bisnis Kuliner Sehat Saat Pandemi".

Narasumber yang hadir yakni Food and Beverage Manager Sheraton Hotel Lampung Ahmad Nasution dan akademisi Jurusan Gizi Poltekkes Tanjung Karang Endang Sri Wahyuni dengan moderator Asrian Hendi Caya dari Kadin Lampung.


 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait