#wisata#pandemicovid-19#beritapesibar

Bisnis Kuliner di Pantai Tebakak Masih Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
Bisnis Kuliner di Pantai Tebakak Masih Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Pantai Tebakak, Pesisir Barat. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co): Bisnis kuliner berupa warung makanan dan minuman di sepanjang Pantai Tebakak, Pekon Waysindi Tebakak, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat, masih bertahan di tengah pandemi covid-19. Meskipun berbagai lapisan masyarakat merasa terjadi perlambatan ekonomi sehingga menyebabkan beban hidup keluarga sehari hari semakin sempit.

Dengan pemandangan indah yang suguhkan yaitu, pantai yang langsung dapat melihat Pulau Pisang yang jaraknya tidak begitu jauh. Lokasi ini menjadikan spot pemandangan terbaik di Pesisir Barat untuk singgah menikmati makanan atau minuman mulai dari teh, kopi, kelapa muda, gorengan hingga nasi dan lauk pauk. 

Yanti, seorang pedagang makanan dan minuman di lokasi itu mengatakan ia dan suaminya membuka usaha tersebut diatas tanah miliknya sendiri sejak Lebaran 2020. 

"Kami pindah dagang disini. Tadinya berdagang di Way Sindi Hanuan, Kecamatan Karya Penggawa, karena disana sepi kami pindah kesini. Belum begitu lama dagang disini. Alhamdulillah banyak juga pembeli," kata dia, Minggu, 20 September 2020. 

Dalam sehari, kata dia, meskipun saat ini relatif sepi akibat pandemi covid-19 rata-rata omzet dagangnya berkisar Rp300-500 ribu. Kalau lagi libur hari besar maka bisa saja lebih dari itu Idulfitri atau Iduladaha.

Menurutnya, letaknya yang berada di pinggir jalan utama penghubung provinsi Bengkulu dan Lampung menyebabkan banyak pembeli dari kendaraan yang melintas, baik kendaraan pribadi, travel, dan juga kendaraan-kendaraan besar.

Pardi, seorang pembeli asal Pekon Malaya, Kecamatan Lemong yang singgah untuk makan ditempat itu mengatakan alasan singgah selain untuk makan juga menikmati pemandangan laut yang langsung berhadapan dengan indahnya pantai Pulau Pisang dari lokasi itu.

"Bagus pemandangannya disini," kata Pardi.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar