Antigenbakauheni

Biaya Rapid Antigen Beratkan Penumpang Pelabuhan

Biaya Rapid Antigen Beratkan Penumpang Pelabuhan
Penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Aan Kridaksono


KALIANDA (Lampost.co) -- Penumpang di lintas Pelabuhan Merak dan Bakauheni menilai biaya rapid antigen akan memberatkan pengguna jasa kapal. Sebab, masyarakat perlu memiliki kocek lebih jika hendak melakukan perjalanan. Kendati demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hingga kini belum memberlakukan syarat tersebut.

Salah satu penumpang yang turun di Pelabuhan Bakauheni, Siti (28), mengaku saat menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni belum ada pemeriksaan rapid tes antigen. "Tadi cuma cek tubuh, pakai masker dan cuci tangan saja. Belum ada rapid tes antigen, " ujar penumpang yang hendak ke Lampung Tengah tersebut. 

Dia mengaku jika persyaratan rapid antigen diterapkan di jalur penyeberangan Merak maupun Bakauheni, pastinya akan memberatkan bagi penumpang. Sebab, biaya yang dibebankan kepada penumpang tidak murah. "Biaya rapid antigen ini jika ditanggung sendiri masyarakat tentu sangat memberatkan. Harusnya diberikan sosialisasi dulu baru diterapkan," katanya.

Sementara itu, Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap, mengatakan pihaknya belum menerapkan syarat tersebut dan hanya menerapkan protokol kesehatan saja.

ASDP, ujar Saiful, masih menunggu keputusan dari Pemerintah dan menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan. Walau belum ada rapid tes antigen, Saiful mengatakan pihaknya tetap tegas menerapkan protokol kesehatan di terminal pelabuhan maupun di dalam kapal. "Protokol wajib dilaksanakan seluruh pengguna jasa maupun petugas di lapangan," ujar Ira.  

Protokol kesehatan diterapkan, mulai dari penyemprotan disinfektan di ruang publik dan kapal secara kontinu, pemeriksaan suhu tubuh, jaga jarak kendaraan dan penumpang, penyediaan wastafel dan penyanitasi tangan serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait