#pilkades#danadesa

Biaya Pilkades Serentak Dibebankan ke Dana Desa

Biaya Pilkades Serentak Dibebankan ke Dana Desa
Ilustrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Antara/Moh Iqbal


Kalianda (Lampost.co) -- Biaya kebutuhan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang dibebankan dari Dana Desa (DD) tidak memiliki batasan. Pasalnya, hampir seluruh kebutuhan tempat pemungutam suara (TPS) hingga honor panitia Pilkades diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kepala Seksi (Kasi) Pemeritahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Irwan mengatakan dalam proposal yang diajukan panitia Pilkades untuk kebutuhan TPS minimal Rp20 juta. Namun, jika kurang akan dibuka kembali ruang pengajuan Rp1,5 juta/TPS. 

"Jadi, untuk biaya semua kebutuhan TPS mulai dari sewa tenda, kursi, penambahan bilik suara, makan dan minum, sewa kendaraan dan sound system dari DD sebesar Rp20 juta. Sedangkan, untuk protokol kesehatan (Prokes), misalnya untuk rapid test antigen panitia, alat pengukur suhu, sarung tangan untuk panitia dan pemilih, ember cuci tangan, sabun, handsanitizer, plastik pembatas antara panitia dan pemilih, tempat sampah, cotton bud dan tisu kering, biayanya minimal 8 persen dari pagu DD," ujar dia, Kamis, 10 Juni 2021. 

Baca: Alokasi DD Harus Genjot Ekonomi Warga Desa

 

Irwan menyebut, untuk honor panitia inti sebanyak 20 orang/desa ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel melalui APBD.

"Artinya, untuk biaya Pilkades tentatif, yakni kolaborasi antara APBDes dan APBD," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, honor panitia sebesar Rp150 ribu/orang, untuk biaya rapid test antigen Rp270 ribu/orang yang dianggarkan dalam APBDes. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait