#danadesa

Biaya Operasional Kepala Kampung di Lamteng Diambil dari Dua Sumber

Biaya Operasional Kepala Kampung di Lamteng Diambil dari Dua Sumber
Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Lamteng. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) mengalokasikan biaya operasional kepala kampung (Kakam) dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). 

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Lamteng, Fathul Arifin memastikan pengalokasian dari dua sumber anggaran itu tidak akan tumpang tindih. Pasalnya, penyusunan anggaran sudah dilakukan melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

"Karena aplikasi Siskeudes jelas," kata dia, Jumat, 21 Januari 2022. 

Baca: Kampung Bumisetya Bangun Talut Sepanjang 500 Meter

 

Kadis menelaskan, jika terjadi kekurangan anggaran di salah satu sumber anggaran tersebut, maka operasional kakam bisa diambil secara bersamaan dalam satu kegiatan.

"Misalnya dari APBD sebesar Rp5 juta, dan di DD ada Rp5 juta, kan boleh. Jika memerlukan anggaran Rp10 juta, kalau dari APBD hanya ada Rp5 juta, maka sisanya dibackup dari DD," jelas dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait