#ppkmdarurat#bankindonesia

BI Sebut PPKM Pengaruhi Permintaan dan Daya Beli Masyarakat

BI Sebut PPKM Pengaruhi Permintaan dan Daya Beli Masyarakat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, saat menjadi narasumber dalam program Economic Corner di Metro TV Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,18% (mtm). Akan tetapi, angka ini lebih tinggi dari rata-rata inflasi Juli dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 0,31% (mtm). 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, naiknya tekanan inflasi pada Juli 2021 didorong peningkatan pada beberapa komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, sewa rumah, tomat, dan bawang merah.

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Juli 2021 tertahan adanya deflasi yang pada sebagian komoditas, di antaranya mobil, telur ayam ras, daging ayam ras, angkutan udara, dan minyak goreng.

"Lapangan usaha akomodasi, makan, dan minum seiring dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4 sehingga terjadi penumpukan pasokan. Tarif angkutan udara juga tercatat mengalami penurunan sejalan dengan rendahnya mobilitas akibat pemberlakuan PPKM serta adanya pengetatan persyaratan penerbangan," kata Budi berdasarkan keterangannya yang diterima Lampost.co, Selasa, 3 Agustus 2021.

Baca: Aktivitas Perekonomian Dibuka Bertahap Mulai September

 

Ke depan, BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi, antara lain; Pertama, adanya potensi berlanjutnya peningkatan harga khususnya untuk komoditas pangan strategis akibat terbatasnya pasokan yang disebabkan adanya kemungkinan terganggunya distribusi pasokan di tengah penerapan kebijakan PPKM yang diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Kedua, meningkatnya harga tarif pendidikan seiring dengan mulai masuknya tahun ajaran baru. Ketiga, faktor anomali cuaca patut untuk diwaspadai seiring dengan curah hujan yang relatif tinggi. 

Dalam menjaga agar tingkat inflasi tetap berada pada level yang rendah dan stabil, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit untuk mengantisipasi risiko di atas. Pertama, memastikan keterjangkauan harga. Kedua, memastikan ketersediaan pasokan. Ketiga, memastikan kelancaran distribusi. Keempat, meningkatkan komunikasi efektif. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait