ekonomilampung

BI Prediksi Ekonomi Lampung akan Naik Perlahan

( kata)
BI Prediksi Ekonomi Lampung akan Naik Perlahan
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bank Indonesia Perwakilan Lampung menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi negatif ditengah Covid-19 ini diperkirakan masih mengalami perlambatan seperti di wilayah lainnya.

"Untuk Q2 ini, bagian yang paling berat sebenarnya, melambat jauh dari Q1. Untuk Q2 ini kami lihat masih tumbuh negatif," ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Budiharto Setyawan kepada Lampost.co, Minggu, 21 Juni 2020.

Meskipun tumbuh melambat, ia memperkirakan kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah membuat penurunan ekonomi tidak sedalam yang diperkirakan sebelumnya. "Hal ini sejalan dengan pola seasonalnya, dimana pada Q2 lebih rendah dn akan membaik di Q3 dan Q4," jelasnya.

Ia melanjutkan, kondisi global yang cenderung masih bergejolak akibat pandemi ini menjadi faktor utama melemahkan ekonomi Lampung. Ekonomi global yang membuat perlambatan ekonomi di negara-negara sumber pertumbuhan dunia menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekspor Lampung.

"Meskipun begitu, kita tetap yakin bahwa wabah ini berangsur membaik sejalan dengan perbaikan ekonomi kita yang juga sempat lumpuh," kata dia.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat perekonomian Lampung tumbuh sebesar 1,73 persen pada triwulan I 2020. Pertumbuhan itu diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp90,40 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp60,38 triliun.

"Fase New Normal tidak bisa langsung mengembalikan perekonomian seperti sebelumnya. Sebab, pada kondisi new normal pun masih ada sejumlah pembatasan yang berlaku. Tapi untuk Lampung memang termasuk berbeda dalam PDRB," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar.

Meskipun sempat naik di triwulan I, lanjut dia, pembatasan tersebut diperkirakan bisa memengaruhi kinerja sektor ekonomi yang membutuhkan mobilitas, misalnya perdagangan dan pabrik. 

Ia memprediksi, bahwa keberhasilan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) nantinya dapat diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

"Perekonomian Indonesia 2020 akan sangat ditentukan apakah di kuartal ketiga akan sedikit lebih baik dari kuartal kedua, dan apakah di kuartal keempat memang akan ada paling tidak recovery yang mulai muncul," ujar dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar