#foila#BI#pertumbuhanekonomi

BI-Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

BI-Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung menggelar rapat kerja tahunan Forum Investasi Lampung (FOILA). Lampost.co/ Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi promosi investasi, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung menggelar rapat kerja tahunan Forum Investasi Lampung (FOILA). Kegiatan itu mengusung tema Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Promosi Investasi dan Perdagangan dalam Upaya Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Berkelanjutan. FOILA beranggotakan Bappeda dan DPMPTSP seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung dan ketua yaitu Sekretaris Daerah Provinsi Lampung bersama dengan Bank Indonesia sebagai Pembina, bersepakat untuk mengakselerasi proses penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Provinsi Lampung diantaranya yaitu Kawasan Terintegrasi Bakauheni dan Kawasan Industri Tanggamus. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono menuturkam untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi dan keberlanjutan sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD, maka peningkatan kinerja investasi menjadi penting untuk dilakukan. “Investasi berupa penanaman modal yang meningkat akan berdampak positif pada peningkatan proses produksi yang kemudian berimbas pada peningkatan konsumsi rumah tangga," ujar Budiyono, Jumat, 17 Juni 2022. Menurutnya, pembangunan infrastruktur konektivitas yakni Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dapat menjadi momentum bagi Lampung untuk mendorong peningkatan investasi sektor-sektor potensial. Sementara itu dikesempatan yang sama, Asisten II Perekonomian Pemprov Lampung, Kusnardi dalam hal ini mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menjelaskan, realisasi investasi Provinsi Lampung triwulan I 2022 (Januari-Maret) berdasarkan Laporan Kinerja Penanaman Modal (LKPM) yang dirilis oleh Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp2,14 Triliun atau 19,49% dari target BKPM RI untuk Provinsi Lampung. Pihaknya juga menginformasikan bahwa kontribusi paling besar ada di wilayah Kota Bandar Lampung yaitu sebesar 50,41% terhadap realisasi investasi Provinsi Lampung pada triwulan I 2022 dan diikuti oleh Kabupaten Lampung Tengah, Mesuji, Tulang Bawang dan Lampung Selatan. Sedangkan untuk Tahun 2022, dari target investasi nasional sebesar Rp1.200 Triliun, Provinsi Lampung memiliki target sebesar Rp11 Triliun, sehingga untuk mencapai target tersebut, pemerintah pusat mengharapkan agar pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dapat bersinergi untuk mencapai target tersebut dan menyusun perencanaan serta langkah konkrit pencapaiannya melalui penggalian potensi investasi, insentif penanaman modal, review terhadap hambatan regulasi penanaman modal dan perizinan serta mendorong program kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM di daerah. Ia menegaskan pentingnya pengembangan beberapa kawasan industri di Provinsi Lampung, dan terkait model kawasan perindustrian ini perlu disusun mempertimbangkan dampaknya yang sangat besar terhadap pencapaian PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga saat ini ada 4 proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satu diantaranya adalah Kawasan Terintegrasi Bakauheni. Kawasan terintegrasi Bakauheni ini bisa menjadi agenda utama dalam forum investasi mengingat pembangunannya sudah dimulai. Selain Bakauheni, juga terdapat Kawasan Industri Tanggamus, yang perlu didorong percepatan realisasinya oleh Pertamina, kata Yudhi Alfadri, Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung. Dalam sesi diskusi yang dipimpin oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Irfan Farulian, dipaparkan pula progres dari 2 proyek tersebut. Lalu, terdapat usulan program kerja 2022-2023 dari Bank Indonesia yang dipaparkan oleh Tri Setyoningsih, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung yaitu pelaksanaan kegiatan promosi investasi, penyelenggaraan capacity building, penyelenggaraan Investment Summit, kunjungan tim FOILA ke lokasi proyek investasi yang potensial untuk memastikan kesiapan proyek investasi sebelum dipromosikan dan penambahan anggota FOILA.


EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait