Bankindonesiaekonomi

BI Laksanakan 3 Program Pemberdayaan Ekonomi Syariah

( kata)
BI Laksanakan 3 Program Pemberdayaan Ekonomi Syariah
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan ekonomi dan keuangan syariah merupakan konsep yang inklusif dan berdimensi universal. Konsep tersebut dapat secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian.

Kemajuan di sektor riil, lanjut dia, merupakan salah satu faktor kunci untuk mengembangkan ekonomi syariah secara lebih menyeluruh dengan dampak yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Potensi dan skema bisnis keuangan syariah yang ada saat ini masih memiliki ruang untuk bertumbuh agar potensi pada sektor riil yang besar dapat lebih dikembangkan melalui peran sektor jasa keuangan syariah. Oleh karena itu, perkembangan ekonomi syariah yang pesat di Indonesia dan di Provinsi Lampung pada khususnya yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat perlu terus didorong guna membawa kita pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, berdaya tahan, adil dan merata," ujarnya, Kamis, 3 September 2020.

Dalam perannya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung, Bank Indonesia melaksanakan program-program pemberdayaan ekonomi syariah melalui 3 (tiga) program utama, yaitu program kemandirian ekonomi pesantren, program holding bisnis pesantren, dan akselerasi sertifikasi halal.

Program Kemandirian Ekonomi Pesantren menitikberatkan pada pengembangan ekonomi pesantren yang memiliki potensi pengembangan ekonomi produktif. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan pendampingan dalam bentuk strategi pengembangan ekonomi pesantren khususnya dalam mencapai kesinambungan unit usahanya yang pada akhirnya akan memberikan dukungan kepada peningkatan kualitas pengajaran di dalam lembaga pesantren.

"Selanjutnya, Program Holding Bisnis Pesantren menitikberatkan pada pengembangan ekonomi pesantren dengan mengintegrasikan bisnis yang sudah ada di Pondok Pesantren yang memiliki potensi pengembangan ekonomi produktif," jelasnya.

Sektor usaha prioritas yang dikembangkan adalah pertanian terintegrasi, industri pengolahan makanan, industri pakaian (konveksi), energi terbarukan, dan usaha syariah lainnya yang halal yang akan diintegrasikan menjadi satu unit bisnis besar yang dapat mengakomodir kebutuhan anggota pesantren. Bentuk kelembagaan ekonomi yang akan mewadahi unit bisnis terintegrasi ini adalah koperasi sekunder.

Pondok pesantren yang menjadi sasaran program Holding Bisnis Pesantren adalah pondok pesantren yang telah memiliki badan hukum koperasi primer dan memiliki jenis usaha produktif baik dibidang pertanian, energi, konveksi dan sektor halal lainnya. 

"Pada tahun 2020, terdapat 11 pondok pesantren yang telah berhasil membentuk holding bisnis pesantren, yaitu: PP Istiqomal Al Amin, PP Miftahul Huda, PP Ushuluddin, PP Mathla'ul Anwar Al Hamid, PP Mindahlul Ulum, PP. Al Hidayat, PP. Roudlatus Solikhin, PP. Wali Songo, PP. Darul Islah, PP. Al Fadlu, dan PP. Roudlatus Solikhin," paparnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar