#bankindonesia#ekbis

BI Bersinergi Jaga Stabilitas dan Perkuat Pemulihan Ekonomi

BI Bersinergi Jaga Stabilitas dan Perkuat Pemulihan Ekonomi
Bank Indonesia. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga deposit facility sebesar 2,75%, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25%. 

Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

"Kami terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam siaran resminya, Rabu, 20 Oktober 2021.

Ia mengatakan pemulihan ekonomi global berlanjut, tetapi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Kemudian perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut. Selanjutnya neraca pembayaran indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik. Nilai tukar rupiah menguat sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit menurun. Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian.

"Kondisi likuiditas sangat longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi BI dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Selanjutnya suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang sangat longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas. Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan mengalami perbaikan secara bertahap

"BI terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung akselerasi ekonomi keuangan digital nasional," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait