#humaniora#satwadilindungi#lingkungan#badaksumatera

Besok, Unila – Mongabay Gelar Workshop Peranan Media Sosial dan Jurnalistik untuk Penyelamatan Badak Sumatera

Besok, Unila – Mongabay Gelar Workshop Peranan Media Sosial dan Jurnalistik untuk Penyelamatan Badak Sumatera
Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Universitas Lampung melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (Puslitbang LH, LPPM Unila) bersama Mongabay Indonesia menyelenggarakan Workshop “Peranan Media Sosial dan Jurnalistik Lingkungan untuk Penyelamatan Badak Sumatera” pada 27 September 2018. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Badak Internasional yang ditandai setiap 22 September.

Badak Sumatera (dicerorhinus sumatrensis) jumlahnya saat ini diperkirakan tidak lebih dari 100 individu. Berdasarkan data Ditjen PHPA dan Yayasan Mitra Rhino (1993), persebaran badak sumatera awalnya ada di 17 lokasi di Sumatera, mulai dari bagian utara Taman Nasional Gunung Leuser hingga bagian selatan Taman Nasional Way Kambas.

Namun saat ini, populasi badak sumatera hanya ada di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Way Kambas, dan di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Di Taman Nasional Kerinci Seblat, yang dulunya disebut sebagai kantong populasi badak, sejak 2008, diperkirakan sudah tidak ada lagi.

Lampung, sebagai provinsi yang dipastikan memiliki badak sumatera, khususnya dengan keberhasilan kelahiran dua individu badak sumatera Andatu dan Delilah di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, harus berbangga. Bentuk kebanggaan bersama ini dapat diwujudkan dalam bentuk penyelamatan habitat, penyadartahuan masyarakat, penegakan hukum, dan penelitian. Sinergitas berbagai pihak sangat diperlukan demi penyelamatan badak bercula dua ini.

Sebelum workshop diselenggarakan, akan dilakukan dahulu penandatanganan kerja sama antara Universitas Lampung dengan Mongabay Indonesia di bawah koordinasi Program Kerja sama dan Layanan Internasional, Unila. Dalam kegiatan ini juga akan diluncurkan website badak.id, yang berisi infografis serba-serbi badak di dunia beserta fakta unik badak Sumatera dan badak Jawa.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Universitas Lampung (Unila) dengan Mongabay Indonesia akan melakukan kegiatan pendampingan penulisan jurnalistik lanjutan untuk mahasiswa Unila, khususnya Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Unila satu bulan sekali. Memanfaatkan web badak.id untuk kegiatan kampanye bersama Unila dan Mongabay Indonesia melalui tulisan atau hasil kegiatan ilmiah tri dharma perguruan tinggi. Mendukung magang, penelitian tugas akhir civitas akademika Unila yang berkaitan dengan badak Sumatera. Kemudian mendukung publikasi penyelamatan badak sumatera bersama media lokal, nasional maupun internasional

Rektor Unila Hasriadi Mat Akin akan membuka workshop yang diikuti 100 peserta dari berbagai disiplin ilmu ini: Biologi, Kehutanan, Ilmu Komputer, Teknik Informatika dan Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Magister Ilmu Lingkungan serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Natural dan UKM Universitas; Teknokra Unila. Peserta dari luar Unila merupakan perwakilan perguruan tinggi, sekolah, institusi bidang konservasi, masyarakat desa binaan dan lembaga swadaya masyarakat.

Hadir sebagai pembicara workshop dari Mongabay Indonesia adalah Dr. Ridzki Rinanto Sigit, M.M. (Direktur Mongabay Indonesia), Akhyari Hananto (Koordinator Sosial Media), dan Rahmadi (Editor), yang akan memberikan gambaran pentingnya penyelamatan badak sumatera melalui sosial media, fotografi, dan tulisan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung Rektorat Universitas Lampung ini dihadiri juga segenap jajaran pimpinan Universitas Lampung, Direktur Eksekutif  Yayasan Badak Indonesia (YABI), Dinas Kehutanan Propinsi Lampung, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu – Lampung, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, serta perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait