#internasional#polisi-gadungan#kanada

Bertambah Lagi, Korban Penembakan di Kanada Jadi 23

Bertambah Lagi, Korban Penembakan di Kanada Jadi 23
Sekelompok personel RCMP di Nova Scotia, Kanada. (Foto: Tim Krochak/AFP/Getty)


Ottawa (Lampost.co) -- Jumlah korban tewas dalam penembakan terburuk dalam sejarah modern di Kanada kembali bertambah menjadi 23 dari laporan awal di angka 10. Salah satu korban adalah remaja 17 tahun, yang baru diketahui usai polisi menganggap semua korban dalam penembakan di Nova Scotia adalah orang dewasa.

Dikutip dari BBC, Rabu 22 April 2020, otoritas Kanada belum dapat menentukan motif dari penembakan massal tersebut. Namun menurut polisi, sebagian korban mengenal pelaku.

Pelaku, seorang pria berusia 51 tahun, tewas dibunuh dalam baku tembak dengan polisi. 

Tambahan korban jiwa diumumkan dalam konferensi pers Kepolisian Berkuda Kanada (RCMP) pada Selasa. Sebelumnya, RCMP telah memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat bertambah karena pelaku melancarkan aksinya di 16 titik di wilayah pusat dan utara Nova Scotia.

Polisi kesulitan menemukan semua korban karena pelaku juga membakar sejumlah bangunan. Menurut RCMP, aparat harus menelusuri setidaknya lima reruntuhan dari rumah yang dibakar pelaku.

Otoritas Kanada menyebut investigasi menyeluruh mengenai penembakan ini diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan.

Penembakan brutal di Nova Scotia terjadi pada Sabtu pekan kemarin, sekitar pukul 22.30 waktu setempat, di kota Portapique. Polisi menerima laporan mengenai adanya penembakan, dan "sejumlah korban ditemukan di dalam dan luar sebuah rumah" tapi pelaku tidak berada di tempat.

Aparat kemudian menemukan sejumlah titik, termasuk rumah dan bangunan yang terbakar di area sekitar. Saat beraksi, pelaku diketahui mengenakan mobil yang "sangat mirip dengan kendaraan RCMP."

Tidak hanya itu, pelaku juga mengenakan seragam mirip RCMP. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa pelaku tidak bekerja di kepolisian manapun.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait