#beritalampung#beritalampungterkini#tukangbecak#perjuanganhidup

Bertahan 17 Tahun Ngebecak demi Menghidupi Keluarga

<i>Bertahan 17 Tahun Ngebecak demi Menghidupi Keluarga</i>
Jauhari (72), warga warga Jalan Pramuka, Gang Perintis, Sinargading, Kelurahan Kuripan, saat menunggu penumpang becaknya di Pasar Cimeng, Telukbetung Bandar Lampung, Selasa, 4 Oktober 2022. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siang itu, Selasa, 4 Oktober 2022, pria paruh baya duduk di sebuah becak di pangkalan Pasar Cimeng Telukbetung, Bandar Lampung. Pria tidak henti menawarkan jasanya pada orang-orang yang lewat.

Ketika ada penumpang yang ingin menaiki becaknya, pria yang mengenakan topi tersebut spontan memutarkan becaknya dan mulai mengayuh.

Baca juga: Membangkitkan Kejayaan Kopi Lampung Dimulai dari Petani dan Pelaku Usaha Kopi 

Pria itu adalah Jauhari (72), warga Sinargading, Jalan Pramuka, Gang Perintis, Kelurahan Kuripan. Pria kelahiran Kuripan tersebut sudah 17 tahun menjadi pengayuh becak di Pasar Cimeng. Pekerjaan itu menjadi tumpuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Meski usia terus bertambah dan badan makin renta, tidak memantahkan semangat untuk tetap mencari rezeki demi anak dan istrinya. Ia mengaku sehari hanya mampu mendapatkan uang paling banyak Rp50 ribu.

"Namun, alhamdulillah uang segitu sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari di rumah. Lumayan buat beli beras dan lauk pauk," kata pria kelahiran 1950 itu.

Dia mengaku ngebecak-nya sudah menjalani pekerjaan itu dari 1980, tetapi berhenti pada 1986 karna sempat berjualan martabak di Pasar Kangkung sampai 2002. Kemudian kerja serabutan dari 2002 sampai 2005 dan sejak itu ngebecak sampai sekarang.

Dia menyadari tetap harus bekerja meski kini kondisi badannya tak sekuat dulu. Kini dia mengayuh becak pelan-pelan. Namun, Jauhari tetap mensyukuri nikmat rezeki dan kesehatannya sehingga sampai sekarang masih bisa ngebecak.

Dia mengaku sedih ketika tidak ada penumpang yang naik becaknya. Menjamurnya ojek online dan lainnya, menjadi salah satu alasan sepinya orang yang memanfaatkan tenaganya.

“Ya, kalau sekarang ini jam 11-an itu sudah pulang jadi ngebecak-nya setengah hari. Sebab lewat dari jam itu penumpang juga sudah sepi. Jadi dapat atau enggak dapat penumpang jika sudah jam 11 itu saya pulang. Kalau sudah rezeki, enggak bakal ke mana-mana," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait