#ramadan#keberkahan#forumgurubesar

Berlomba Kebaikan dan Beribadah di Bulan Ramadan

Berlomba Kebaikan dan Beribadah di Bulan Ramadan
Kegiatan forum guru besar dan doktor Insan Cita bertajuk "Ramadhan Madrasah Universal : Membentuk Umat Berkarakter” secara virtual dilansir Selasa, 29 Maret 2022. (Foto:Youtube)


Jakarta(Lampost.co)--Allah memilih bulan Ramadan dengan keutamaan dan kekhususan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Oleh karena itu, sebagai bentuk nikmat dan karunia Allah kepada hambaNya agar senantiasa mendekatkan diri dan meninggalkan perbuatan yang dimurkai-Nya.

Pintu-pintu surga dibuka pada bulan penuh berkah ini. Tentunya berlomba kebaikan dan beramal saleh menjadi kenisyacaan seorang hamba. Sebaliknya, pintu-pintu neraka ditutup sedangkan para setan diikat dan dibelenggu.

“Pesan Rasulullah menjelang Ramadan, yang tentunya dikaitkan dengan La’aallakum tattaqun (agar kalian bertaqwa) tepat sekalian bahwa yang diinginkan dari puasa ini ialah menahan diri, sabar, taat kepada Allah, cinta kepada fakir miskin, dan tidak memutuskan tali silaturahmi,” kata Ketua Ikatan Cendekia Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Nanat Fatah Natsir dalam forum guru besar dan doktor Insan Cita bertajuk "Ramadhan Madrasah Universal : Membentuk Umat Berkarakter” secara virtual dilansir Selasa, 29 Maret 2022.

Guru besar ilmu sosiologi agama di UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menambahkan pada bulan Ramadan dijadikan satu pembinaan sehingga manusia kembali kepada fitrahnya sesuai dengan penciptaan untuk kebaikan.

“Maka berbuat baiklah sebanyak-banyaknya pada bulan ini, mudah-mudahkan nanti karakter bangsa ini akan semakin baik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan ibadah Ramadan, sesuai tuntutan Rasul dan pesan yang disampaikan pada awal Ramadan, maka diharapkan dapat membangun karakter bangsa di masa depan.

Sementara itu, Prof. Sa'dun Akbar menyebut Ramadan sebagai bulan pendidikan. Bahkan secara umum terdapat ibadah yang diutamakan di bulan penuh mahfirah ini.

“Paling utama puasa, membawa Al-Qur'an, salat tarawih, mempembanyak doa, sedekah, umrah, memperbanyak ibadah malam lailatur qadar, i’tikaf, berdakwah dan berjihad,” ujarnya.

Dia menjelaskan praktek pendidikan yang diciptkan Allah dan dikerjakan pada bulan khusus dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

“Kelebihan Ramadan, pembelajaran nilai pengendalian diri melalui puasa, salat, dan doa, belajar peduli sosial dengan sedekah, aspek knowing melalui membaca dan taddabur quran dan kajian-kajian di berbagai media, prinsip acting melalui minimal 10 amalan,” jelasnya.

Sedangkan Prof. Euis Sunarti menyoroti peran keluarga dalam membangun generasi muda. Bahkan ia perihatin dengan kelompok penerus bangsa yang ternyata cerdas dan militan namun menjadi pembangkang yang nyata terhadap aturan-aturan Mahapecipta.

“Bagaimana menginternalisasi memakmurkan masjid yang merupakan satu konsep yang utuh tentang ketaatan dan kepatuhan manusia sebagai makluk yang diciptakan oleh Mahapecipta dan diingatkan terus tentang tujuan hidup untuk beribadah,” paparnya.

Dia menjelaskan terkait persiapan yang bisa dilakukan keluarga agar bisa meraih dan mengoptimalkan kesempatan kesucian dan kemulian bulan Ramadan, dengan berlomba dalam kebaikan dan mnaggak kebenaran.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait