#korupsi#bpbd

Berkas Korupsi Kas BPBD Bandar Lampung Ditarget Rampung Awal Oktober 2021

Berkas Korupsi Kas BPBD Bandar Lampung Ditarget Rampung Awal Oktober 2021
Mantan bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas tuduhan penggelapan dana kas di perangkat daerah tersebut beberapa waktu lalu. Dok Kejari Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menargetkan berkas perkara penggelapan kas dan gaji honorer BPBD Bandar Lampung, dengan tersangka Krissanti segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum pada awal Oktober 2021. Dengan demikian, yang bersangkutan siap bersidang.

“Awal Oktober insya Allah P21  (berkas dinyatakan lengkap)," ujar Kasipidsus Kejari Bandar Lampung, Ahmad Hasan, Selasa, 28 September 2021.

Menurutnya, saat ini, berkas perkara tersebut masih dalam proses penelitian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Termasuk apakah adanya tambahan keterangan ahli atau tidak.

"Masih dalam penelitian,"katanya.

Baca juga: Kasus Penggelapan Kas BPBD Bandar Lampung Dilimpahkan ke JPU

Dalam perkara ini, 14 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Penyidik menggaet tim dari Inspektorat Kota Bandar Lampung sebagai ahli untuk penghitungan kerugian negara. Pihaknya tidak menggunakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam perkara ini.

"Auditnya Inspektorat Balam,” ujar Hasan.

Sebelumnya, Kejari Bandar Lampung telah menahan Krissanti. Dari hasil perhitungan kerugian negara oleh Penyidik Pidsus Kejari Bandar Lampung, kerugian negara mencapai Rp332 juta.

Penetapan tersangka berawal dari pemeriksaan pelaku sebagai saksi berdasarkan SP-Dik Nomor : PRINTDIK - 01/1.II.10/Fd.I/05/2021 tanggal 19 Mei 2021. Ia pun telah ditahan selama 20 hari ke depan  sejak 16 Agustus 2021, di LP Perempuan Kelas II Bandar Lampung, berdasarkan Surat Perintah Penahanan l  Nomor : PRINT-4931/I.8.10/Fd.1/08/2021.

Polresta Bandar Lampung pun menghentikan penyidikan Krissanti dan melimpahkannya ke Kejari Bandar Lampung. Krissanti sempat dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung, akan tetapi Kejari lebih dulu menetapkannya sebagai tersangka.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait