Kecelakaanpringsewu

Berisiko Lakalantas, Warga Pringsewu Minta Jalur Searah Dipasang Pita Kejut

Berisiko Lakalantas, Warga Pringsewu Minta Jalur Searah Dipasang Pita Kejut
Simpang Jalan Wismarini pada jalur searah Jalan Jenderal Sudirman Pringsewu merupakan jalur padat kendaraan dan kegiatan masyarakat. Lampost.co/Adi Sunaryo


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Jalur searah pada jalan lintas barat Sumatera di wilayah Pringsewu (Jalan Jenderal Sudirman), dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Kondisi itu khususnya berada pada ruas simpang Jalan Wismarini - Jalan Bhayangkara - Jalan Veteran, mulai dari Pasar Induk Pringsewu hingga simpang Tugu Bambu Pringsewu. Untuk itu warga meminta pemasangan rambu-rambu lalu lintas atau pita kejut atau penggaduh pada ruas jalan tersebut.

Hal tersebut dikeluhkan warga Pringsewu maupun pengguna jalan lain yang sering melintasi jalur tersebut. Banyak pengendara yang keluar dari Jalan Wismarini menuju Jalan Bhayangkara atau Jalan Veteran, atau sebaliknya sering mengalami tabrakan dengan kendaraan lain yang melaju dari jalur searah dari Bandar Lampung.

"Setiap keluar dari Jalan Wismarini mau menyeberang jalan pasti mau ketabrak mobil atau motor dari arah timur (Bandar Lampung). Disitu jalur padat, mobil-motor ngebut-ngebut," kata Rahmat, warga Pringsewu kepada Lampost.co.

Menurutnya, hal itu dipersulit dengan kondisi Jalan Wismarini yang sempit dan menanjak pada titik keluar simpang jalan. "Jalannya sempit sementara kendaraan padat. Mau menyeberang jalan susah karena menanjak dan berisiko ditabrak mobil atau motor dari arah Bandar Lampung yang ngebut," kata dia.

Rahmat meminta dinas atau instansi terkait memperhatikan tersebut demi keselamatan pengendara saat berlalu lintas. "Mohon carikan solusi bersama khususnya bagian yang berwenang pada bagian jalan," kata dia.

Hal serupa diungkapkan warga lain, Supriyanto dan Anton. Menurutnya, kondisi Jalan Wismarini, Jalan Bhayangkara tidak terlihat baik dari arah Bandar Lampung. "Sebelumnya ada rambu-rambu trafic light, tapi malah dipindah dari jalan itu. Kan ini aneh," kata Anton.

Pantauan Lampost.co, Minggu, 13 Desember 2020, arus jalan searah dari Bandar Lampung-Tanggamus merupakan jalur padat kendaraan. Namun, pada jalur tersebut tidak terpasang rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan pengguna jalan. Pada jalur padat tersebut juga tidak terpasang pita penggaduh sebagai marka jalan yang berfungsi untuk mengurangi laju kecepatan pengendara.

Marka jalan tersebut dinilai warga wajib ditempatkan pada jalan yang mempunyai resiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Marka tersebut dikenal dengan sebutan garis kejut dan pita penggaduh. Diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 34 Tahun 2014 tentang marka jalan. Selain padat arus lalu lintas, jalur tersebut juga padat kegiatan masyarakat seperti pasar, pertokoan, pool bus, perbankan, kantor dinas, Polsek Pringsewu Kota, sekolah, dan rumah sakit.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait